February 19, 2014

Prostodontik (Gigi Tiruan/Palsu)

by Neo Publishing

Gigi palsu secara garis besar terbagi jadi 2, yang permanen dan lepasan.
1. Gigi palsu permanen artinya gigi yang dipasang secara permanen dan tidak bisa dilepas pasang oleh pasien.
2. Gigi palsu lepasan artinya gigi palsu tersebut bisa dipasang dan dilepas kembali, jika mau tidur atau saat pembersihan.

A. Gigi Palsu Permanen

Gigi palsu ini ada beberapa jenis: implant, crown, dan bridge

  1. Implant gigi (dental implant)

Implant gigi merupakan gigi palsu permanen yang ditanam dalam gusi dan berdiri sendiri. Implant terdiri dari 2 bagian, part 1 implant, yang ditanam dalam gusi dan berfungsi sebagai akar buatan dan part 2 crown+abutment, yang membentuk struktur mahkota giginya. "dental-implant-di-jakarta"

Komponen Implant: Part 1 Implant & Part 2 Crown & Abutment

Jeda waktu dari pasang implant (part 1) ke crown (part 2) biasanya minimal 1.5 bulan. Waktu 1.5 bulan ini dibutuhkan supaya implant menyatu kuat dulu dengan gusi kamu baru kemudian dipasang mahkota (crown) dan mendapat beban kunyah.
Sembari menunggu, kalau gigi kamu yang ompong adalah gigi depan, biasanya akan dibuat gigi palsu sementara yang lepasan agar tidak keliatan ompong.

"Dental-Implant-Murah-di-Jakarta"

Butuh jeda 1.5 bulan dari pemasangan implant ke pemasangan mahkota tiruannya

Mengenai biaya, dibandingkan gigi palsu lainnya, implant memang paling mahal, tapi tingkat kenyamanannya paling tinggi. Dengan implant, kita serasa tidak memakai gigi palsu. Orang lain pun biasanya tidak menyadarinya.

2. Crown (Mahkota tiruan)

Crown merupakan mahkota palsu, pada prinsipnya seperti selubung, yang dipasang untuk membungkus gigi yang ursak / mengganti mahkota gigimu yg rusak akibat lubang, keropos, atau patah.
"Crown-Gigi-di-Jakarta"

Di bawah ini salah satu contoh kasus gigi yang masih bisa dicrown:

"crown-gigi-di-jakarta-before-1"

Kasus seperti gambar diatas masih bisa dengan perawatan saraf (root canal treatment) dan menggunakan pin yang dibor ke akar gigi (istilahnya pin crown)

"crown-gigi-di-jakarta-after-1"

Begitu juga dengan gigi yang patah, seperti gambar di bawah

Pada prinsipnya penggunaan gigi palsu permanen jauh lebih nyaman daripada gigi palsu lepasan dan biayanya juga relatif lebih mahal.

3. Bridge

Bila pasien kehilangan 1 atau lebih gigi, salah satu alternatif gigi tiruan pengganti yang sifatnya permanen adalah bridge. Berbeda dengan implant yang ditanam di dalam gusi, bridge menggunakan gigi pendukung dari gigi tetangganya.

Ini dia ilustrasi gigi tiruan bridge:

4. Maryland Bridge
Maryland Bridge merupakan pengembangan dari Bridge dan biasanya lebih diminati karena lebih ekonomis dan waktu pengerjaannya lebih cepat. Marlyland Bridge tetap menggunakan gigi-gigi disebelahnya sebagai penyangga, tetapi gigi-gigi disebelahnya tidak perlu dikecilkan, hanya perlu dipreparasi sedikit sehingga muat untuk dipasangkan penyangga.

Maryland Bridge

Maryland Bridge

B. GIGI PALSU LEPASAN
Gigi Palsu Lepasan terbagi menjadi beberapa jenis

1. Akrilik
Gigi Palsu Lepasan jenis Akrilik adalah gigi palsu paling ekonomis dibandingkan gigi palsu lepasan lainnya. Platnya relatif lebih tebal dan ada cengkeram kawatnya sebagai tambahan pegangan ke gigi yang tersisa. Gigi palsu jenis ini bisa digunakan untuk kehilangan gigi berjumlah 1, 2, hingga seluruh gigi.

Gigi Palsu Akrilik

2. Valplast
Gigi Palsu jenis Valplast tidak menggunakan cengkeram kawat dan lebih lentur dan tipis dibandingkan Gigi Palsu Akrilik sehingga lebih nyaman digunakan. Gigi palsu jenis ini dapat digunakan pada kasus kehilangan beberapa gigi, tetapi pada kasus kehilangan seluruh gigi dan membutuhkan gigi tiruan lengkap, bahan ini tidak disarankan.

Gigi Palsu Valplast

Valplast 1 gigi

Valplast Parsial 2 gigi

3. Resin Flexi
Gigi Palsu jenis Resin Flexi mirip seperti Valplast, tidak menggunakan cengkeram kawat sehingga tidak akan mengganggu estetika, tetapi bahan ini lebih kaku dibandingkan Valplast sehingga mempunyai daya tahan lebih lama. Selain dapat digunakan pada kasus kehilangan 1, 2 atau beberapa gigi, gigi tiruan ini cocok digunakan untuk Gigi Tiruan Lengkap.

Resin Flexi

Gigi Tiruan Lengkap Resin Flexi

July 23, 2013

Cosmetic Dentistry: How Dental Lasers Work to Whiten Teeth?

by Neo Publishing

Neo Publishing:

Bagaimana cara laser memutihkan gigi?

Originally posted on Regency Dental of Stuart:

Every day, we are bombarded by tons ads and infomercials about toothpaste and teeth whitening agents. People go to the dentist to whiten their teeth so that they may be able to flash their killer smiles. The traditional way of whitening teeth is by soaking them is hydrogen peroxide solution of other chemicals that removes stains and bleaches the teeth. But as it has been said, that is the traditional way. The most recent breakthrough in teeth whitening is through the use of lasers. With the use of lasers, the teeth whitening process is done in a quick and pain-free manner.

Technically, lasers are a concentrated beam of light that carries with it high amount of light energy. The laser beam is so narrow and the energy is highly concentrated and those are the reasons why lasers can be used in whitening teeth.

How laser teeth whitening works:
• Scraping…

View original 39 more words

July 23, 2013

Teeth Whitening – Promo

by Neo Publishing

Adalah sangat membahagiakan melihat pasien tersenyum puas dengan hasil kerja kami.

Your smile is our happiness!

you can smile brighter!

you can smile brighter!

 

whitening sample

July 10, 2013

Promo Ramadhan 2013: General Ceheck Up and Scalling

by Neo Publishing

Miliki senyum indah dengan gigi bersih…

PAKET PROMO

1.  Rp 150.000 (Normal Rp 250.000) untuk Paket Scalling + General Check Up

2. Rp 250.000 (Normal Rp 450.000) untuk Paket Scalling  (2x setahun) + General Check Up

3.  Rp. 1.250.000 (Normal Rp. 2.500.000) Paket Dental Whitening (sudah termasuk paket scalling)

Sehubungan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih kepada para pasien, pada bulan Ramadhan 2013 ini kami memberikan penawaran spesial berupa pemeriksaan gigi umum dan pembersihan gigi (scalling) rahang atas dan bawah dan pemutihan gigi.

Kesehatan gigi harus terus dipantau dan dijaga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan kerusakan gigi yang bisa berakibat fatal. Mulai dari pendarahan gusi ,bahkan memicu penyakit-penyakit yang lain, bisa dibaca pada artikel sebelumnya, efek tidak langsung kesehatan gigi. Secara klinis pemeriksaan dan pembersihan gigi dianjurkan secara teratur minimal 2x dalam 1 tahun.

Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini, karena setiap sesi (pagi/sore) dibatasi hanya 4 orang pasien/sesi.

-Pelayanan ini berlaku dari tanggal 10 Juli 2013 – 7 Agustus 2013
-Setiap pasien wajib mendaftarkan diri, satu hari sebelumnya ke bagian registrasi atau telp. 022-73400004

‘like’ atau kunjungi blog ini secara rutin untuk mendapatkan informasi pelayanan kami yang lain

Senyum sehat, selamanya…

Yenni, drg

July 4, 2013

Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi

by Neo Publishing

 

Seringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar laser. Namun sesungguhnya ini salah kaprah karena sinar yang digunakan untuk menambal gigi bukanlah sinar laser melainkan sinar halogen yang kini mulai ditinggalkan dan digantikan oleh sinar generasi baru yaitu sinar LED (sinar biru). Kedua jenis sinar ini digunakan untuk mengeraskan bahan tambalan gigi.
Sinar laser adalah sesuatu yang berbeda. Laser adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation, yang saat ini menjadi suatu teknologi yang sangat berkembang dan bermanfaat luas, banyak digunakan di bidang kesehatan.
Pemanfaatan energi laser berkembang pesat Di Amerika Serikat. Penggunaan laser pada gusi pertama kali disetujui oleh pemerintah Amerika di awal 1990-an, dan pengggunaan pada jaringan keras seperti gigi dan tulang rahang disetujui pada tahun 1996.
Kenyamanan pasien, kemudahan proses kerja, seni dan presisi adalah kata kunci yang mengiringi pengembangan dan pemanfaatan laser kedokteran gigi. Ini bisa menjadi cara yang tepat dan efektif untuk melakukan banyak prosedur kedokteran gigi. Laser memungkinkan untuk pengobatan fokus pada area yang sangat spesifik tanpa merusak jaringan sekitarnya.
Laser merupakan suatu teknologi yang inovatif dan akurat untuk aplikasi jaringan keras dan lunak. Pasien biasanya merasa lebih nyaman dan tingkat kecemasan yang rendah selama perawatan. Di Amerika, pada tahun 2009 diperkirakan bahwa 6 persen dokter gigi memanfaatkan laser untuk aplikasi jaringan lunak, dan jumlah ini meningkat seiring waktu.
 
Gambar 1.  Mesin laser dengan berbagai ukuran. 1) Mesin laser  yang masih berukuran besar. 2) Mesin laser untuk pekerjaangigitiruan implant. 3) Laser generasi baru, berukuran kecil, mesin dan alat kerja sudah menyatu.
Penerapan dalam Dunia Kedokteran Gigi
Penerapan laser dalam dunia kedokteran gigi membuka pintu bagi dokter gigi untuk melakukan berbagai   prosedur  yang tadinya  tidak mungkin dilakukan menjadi mungkin dilakukan.
Penggunaan laser  dapat diterapkan secara interdisipliner dalam dunia kedokteran gigi. Saat ini, perawatan ortodonti sangat terbantu dengan adanya alat ini. Banyak prosedur perawatan ortodonti yang terdukung untuk mendapatkan hasil perawatan yang maksimal. Demikian pula beberapa prosedur  bedah mulut, perawatan gusi, pengawetan gigi, perawatan kesehatan gigi anak, pembuatan gigi tiruan dan terapi penyakit mulut dapat dilakukan dengan aplikasi laser kedokteran gigi.
Keuntungan Laser Kedokteran Gigi
Beberapa keuntungan  utama   laser kedokteran gigi:
1.      Pada beberapa  prosedur perawatan,  tidak membutuhkan pembiusan.
2.      Perdarahan  minimal atau bahkan tanpa perdarahan.
3.      Infeksi bakteri diminimalkan karena sinar energi tinggi mensterilkan daerah yang dikerjakan.
4.      Kerusakan jaringan sekitar  sangat sedikit.
5.      Penyembuhan luka    lebih cepat.
Adapun kerugian penggunaan laser kedokteran gigi adalah harga alat yang masih relatif mahal sehingga penggunaannya pun masih sangat  terbatas.
 
Gambar 2. Penggunaan laser untuk memperluas permukaan gigi tempat perlekatan breket ortodonti.
 Pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul seputar laser kedokteran gigi.
1.      Apakah kelebihan sinar laser dibanding dengan teknologi  yang lain?
Kelebihan sinar laser dibanding teknologi yang lain adalah laser mempunyai sifat yang sangat presisi . Dengan panjang gelombang dan energi tertentu, sinar yang dihasilkan akan bekerja langsung pada target untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
2.      Bagaimanakah cara kerja sinar laser?
Sinar laser bekerja secara spesifik pada target tertentu, sesuai dengan panjang gelombang yang diprogram.
3.      Amankah terapi dengan sinar laser?
Sinar laser aman jika dilakukan oleh tenaga professional yang akan memprogram panjang gelombang   sesuai dengan manfaat dan tujuan yang diharapkan.
4.      Ada berapa jenis sinar laser di bidang kedokteran gigi dan apa saja manfaatnya?
Ada dua macam sinar laser yang digunakan di bidang kedokteran gigi sesuai sasarannya yaitu sinar laser untuk jaringan lunak dan sinar laser untuk jaringan keras.  Sinar laser untuk jaringan lunak diperuntukkan pada jaringan otot seperti gusi, lidah, bibir. Sinar laser jaringan keras digunakan pada jaringan seperti tulang dan gigi.
5.      Siapa saja yang bisa mendapatkan terapi dengan sinar laser?
Siapapun boleh mendapatkan terapi sinar laser, kecuali mereka yang sedang hamil dan hipersensitif terhadap sinar
6.      Bagaimanakah prosedur pelaksanaan terapi dengan sinar laser?
Prosedur   terapi dengan sinar laser adalah bermacam-macam tergantung dengan jenis sinar laser yang  digunakan. Umumnya sebelum tindakan laser dilakukan, diberikan krim bius di permukaan jaringan yang akan dilaser selama lebih kurang 30-45 menit supaya pasien tetap nyaman selama penerapan laser.
7.      Apakah ada efek samping yang mungkin timbul?
Efek samping yang mungkin timbul adalah hiperpigmentasi atau hipopigmentasi pasca laser, namun efek samping ini biasanya tidak bersifat permanen dan akan hilang dalam beberapa waktu. Efek samping lain yang dapat terjadi meskipun jarang adalah “burn”, yakni akibat suhu yang terlalu tinggi maka kulit akan bereaksi seperti terbakar.
8.      Kapan hasilnya mulai terlihat?
Hasil perawatan dengan laser pada umumnya akan mulai terlihat selang 3-7 hari setelah perawatan, dan akan berangsur-angsur membaik dari waktu ke waktu.
9.      Hal-hal yang dilakukan setelah dilakukan terapi sinar laser?
Yang harus dilakukan setelah perawatan dengan sinar laser adalah menjaga kebersihan mulut secara maksimal. Gunakan obat kumur secara rutin.
10.  Apakah bisa dikombinasikan dengan terapi lain?
Perawatan laser sering dilakukan sebagai tindakan tunggal misalnya pengangkatan tumor, terapi sariawan dll. Terapi laser sering juga digunakan untuk mendukung (kombinasi) terapi lain misalnya pada kasus persiapan pembuatan gigi palsu untuk mendapatkan keakuratan yang tinggi. Demikian pula perawatan dengan kawat gigi (behel), hasil yang maksimal akan tercapai dengan dukungan terapi laser.
Penulis:
Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrt
December 7, 2012

Tips Merawat Gigi dengan Behel

by Neo Publishing

Gak enak rasanya pakai kawat gigi…  keluh seorang teman, yah memang pada awalnya akan terasa mengganggu, tapi untuk sesuatu yang lebih baik harus ada perjuangan bukan? Di bawah kita akan bahas beberapa tips untuk teman-teman yang menggunakan kawat gigi.

Kawat gigi atau behel sejak dulu sudah digunakan oleh masyarakat untuk tujuan kesehatan dan juga estetika. Pemasang behel untuk tujuan kesehatan gigi memang diperlukan untuk orang yang memiliki struktur gigi yang tidak ideal.

Semakin banyak dijumpai orang yang pasang gigi behel atau pasang kawat gigi behel. Gigi yang menggunakan behel dengan berbagai macam model dan warna memang memberikan perubahan penampilan yang nampak jelas. Meski awalnya ini merupakan suatu perawatan pada gigi yang tidak beraturan saja, namun nampaknya menggunakan behel gigi juga menjadi tambahan gaya. Kini pasang Behel gigi atau pasang kawat gigi merupakan salah satu alat terapi gigi yang lumayan tinggi harganya. Bagaimana cara merawat gigi yang pasang behel?

Behel atau kawat gigi merupakan alat terapi gigi yang berfungsi untuk merapikan gigi. Seiring dengan perkembangan jaman, kawat gigi pun terus berevolusi, memperbaiki kekurangannya dan menyempurnakan sistemnya, sehingga terapi perbaikan struktur gigi menjadi lebih cepat dan efektif.

Ada berbagai macam jenis bahel atau kawat gigi yang ada sekarang ini. Untuk memutuskan jenis apa yang akan dipakai, tentu anda harus mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli, agar pilihan anda tepat dan sesuai dengan gigi anda.

Terlepas dari jenis apapun behel gigi yang anda gunakan, berikut ini adalah tips merawat gigi untuk anda yang menggunakan behel :

1.   Sikat Gigi Khusus.

Sikat gigi yang dipakai khusus untuk orthodontik bentuknya kecil dan bulu sikatnya halus. Dijual di apotek, klinik, dan supermarket besar (bukan di warung-warung).

2.   Sikat Tambahan Untuk Sela-Sela Gigi.

Selain itu juga ada sikat tambahan untuk sela-sela gigi, karena orang yang pake behel biasanya terbentuknya karang gigi menjadi lebih cepat.

3.   Pasta Gigi Dengan Formula Terlengkap.

Gunakan pasta gigi dengan formula terlengkap agar benar-benar melindungi dan merawat gigi secara intens. Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali proses, yang pertama tanpa pasta gigi terlebih dahulu agar sisa-sisa makanan yang hendak diberantas bisa terlihat dan tidak terhalang buih dari pasta gigi (lakukan di depan cermin tentunya), setelah itu barulah menyikat gigi dan lidah dengan pasta gigi.

4.   Wajib berkumur dengan obat kumur.

Berkunurlah setelah menyikat gigi dan bila perlu gunakanlah dental floss (benang gigi). Maka, tidak mengherankan apabila rutinitas menyikat gigi ketika awal masa pemakaian behel bisa mencapai 20 menit.

5.   Menyikat gigi.

Menyikat gigi dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

6.   Perbanyak mengonsumsi vitamin C.

Karena akan lebih sering terkena sariawan disebabkan karena tergores behel. Siapkan obat sariawan seperti Albothyl dan bila perlu siapkan juga wax ortho (berupa lilin untuk menutupi bagian logam behel yang tajam). Selain itu, asupan kalsium dan vitamin D yang lebih banyak dari dosis biasanya juga sangat dibutuhkan oleh gigi.

7.   Setelah check-up.

Biasanya bukan hanya gigi yang akan terasa ngilu/nyeri tapi juga rahang, dagu dan kepala bahkan terkadang bisa sampe demam. Hal ini dikarenakan pergerakan gigi yang otomatis berpengaruh ke sistem syaraf dan bentuk kepala serta profil wajah kita. Jadi siapkan painkiller seperti Panadol yang mengandung parasetamol bila perlu.

8.   Hindari makanan yang terlalu keras.

Potong makanan dengan tangan terlebih dahulu, jangan memotongnya langsung menggunakan gigi. Selain bisa mengacaukan proses pergeseran gigi, juga dapat melepas bracket behelnya. Untuk memasangnya kembali dikenakan biaya tambahan.

Hal-hal penting yang perlu dicatat bagi anda yang menggunakan behel :

Hal yang Wajib Dilakukan.

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni, rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi. Serta jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Iris kecil-kecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.

Hal Yang Dilarang.

Mencoba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang karena bisa merubah susunan yang telah ditetapkan. Memakan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, kerupuk yang keras. Mengutakatik sendiri bracket yang lepas atau kawat yang menusuk gigi. Ini sangat berbahaya hubungi dokter untuk penangulangannya.

Have a good day……

 

Source: kedokterangigi.net

August 2, 2012

Cantik dengan gigi putih dan berseri

by Neo Publishing



Gigi yang cantik tak saja membuat senyum menjadi lebih indah, tapi juga mampu meningkatkan rasa pede. Tak usah khawatir, banyak cara yang bisa ditempuh untuk mempercantik gigi.

Wajah Shanti cukup cantik, tapi sebagian orang menganggapnya sombong. Kenapa? Karena Sinta jarang tersenyum dan mulutnya nyaris selalu terkatup. Sinta sebetulnya ingin menyapa dan tersenyum kepada teman-temannya, tapi satu gigi depannya yang hitam, membuatnya minder. Setiap kali tersenyum, kecantikan wajah Sinta langsung “tercemar” gangguan itu.

Apa yang dialami Shanti, tak jarang juga dialami banyak orang. Namun, mereka tak tahu, masalah yang dialaminya sebenarnya bisa diselesaikan secara baik.

Dari contoh kasusnya, tentu saja mempercantik gigi menjadi sangat perlu. Selain memiliki gigi sehat dan bersih, penampilan yang lebih baik akan membantu kepercayaan diri seseorang, terutama dalam bersosialisasi. Untuk bisa sampai pada sesi perawatan mempercantik gigi seperti yang diinginkan, biasanya harus melalui beberapa tahap pemeriksaan.

Setelah diperiksa secara keseluruhan, gigi akan difoto, lalu dibuat cetakan untuk dipelajari sebagai studi model. Kemudian baru bisa terlihat, masalah yang dikeluhkan dan apa yang bisa diperbaiki. Sebelum proses mempercantik gigi dilakukan, kondisi gigi harus bagus. Bila ada lubang, harus ditambal dulu, tak ada gusi yang terbuka dan karang gigi, juga infeksi harus disembuhkan dulu, agar perawatan tak percuma.

Bila kondisi gigi pasien sudah sehat dan bagus, perawatan mempercantik gigi bisa langsung dilakukan. Gigi indah,  bisa dilihat dari keadaan gigi yang sehat, simetris antara bagian kanan dan kiri wajah, posisi gigi rata, rapi, tersusun baik, garis gusi harus sama, dan garis senyum harus baik. Untuk mendapatkan gigi cantik, ada beberapa cara yang bisa ditempuh:

1. Pemutihan (Whitening)
Metode ini dilakukan untuk memutihkan gigi kuning, hitam, atau kusam. Gigi menghitam, bisa terjadi akibat infeksi, trauma, atau sarafnya mati. Untuk mengembalikannya ke warna semula, perlu dilakukan perawatan saraf gigi terlebih dulu.

Gigi berwarna (kusam/kuning/hitam) dapat disebabkan berbagai macam hal, dan proses penanggulangannya juga berbeda, bisa secara internal atau external, bisa dibaca pada artikel “Pemutihan Gigi Apa Sih?”. Karena itu sebelum proses pemutihan dilakukan harus pemeriksaan oleh dokter yang bersangkutan.

Gigi hitam, bisa diputihkan lagi dengan cara internal bleaching, yaitu pemutihan dari dalam gigi. Setelah perawatan saraf selesai, ada gel yang dimasukkan ke dalam saluran akar gigi yang sengaja dilubangi. Gel inilah yang akan bekerja memutihkan gigi, dalam waktu 1-6 hari. Lalu, gel akan dilepas dan gigi ditambal seperti biasa.

“Gigi hitam atau kuning, tapi kondisinya utuh, tak perlu dipasangi crown atau veneer, cukup dilakukan pemutihan dari dalam.” Pada umumnya, whitening dibagi menjadi dua, yaitu in office dan home whitening. In office yaitu tindakan pemutihan gigi dilakukan di klinik gigi, bisa dilakukan dengan maupun tanpa disinar.

Permukaan gigi dilapisi gel, lalu pasien diminta memakai cetakan (tray) gigi selama 1-2 jam. Saat tray dilepas, gigi akan terlihat lebih putih dibanding sebelumnya. Hasil in office lebih cepat terlihat dibanding home whitening, karena menggunakan gel dengan tingkat konsentrat yang lebih tinggi. Tak heran, harganya pun lebih mahal.

Hasil ini akan lebih baik lagi bila dilanjutkan dengan home whitening, agar hasilnya lebih permanen dan tingkat keputihannya tak cepat pudar. Home whitening yaitu proses pemutihan gigi dilakukan di rumah. Setelah tray gigi dibuat di klinik, proses pemutihan bisa dilakukan sendiri di rumah. Caranya, tray dipakai selama 8 jam, setiap hari selama 8-10 hari, tergantung dari tingkat kekusaman warna gigi. Untuk gigi berwarna abu-abu atau sangat kusam, waktu pemakaian bisa lebih lama.

Cara Perawatan yang palin banyak dilakukan pasien untuk mendapatkan hasil dalam waktu yang relatif singkat adalah “office bleaching” yang hanya bisa dilakukan di klinik oleh dokter gigi. harga relatif mahal, di Jakarta sendiri berkisar 3-5juta rupiah, tergantung dari tingkat kerusakannya.

Setelah perawatan, pasien masih perlu kontrol ke dokter agar diketahui bila ada keluhan linu. Setelah 2-3 tahun, proses whitening bisa diulangi lagi. Pantangan usai melakukan whitening, jangan mengonsumsi makanan dan minuman berwarna, misalnya soft drink, teh, atau kopi agar warna gigi tak cepat pudar.

2. Crown
Pada kerusakan gigi depan yang cukup parah, misalnya gigi patah atau tak bisa lagi ditambal karena lubang sudah terlalu luas, metode crown (selubung gigi) bisa dilakukan. Bila kondisi gigi dinyatakan sehat, saat itu juga crown bisa dipasang. Awalnya, gigi yang akan dipasangi crown dikecilkan di seluruh bagian, lalu dipasangi crown sementara.

Seminggu kemudian, crown permanen dipasangkan. Agar tak terlihat palsu dan berbeda, warna crown harus sama dengan gigi aslinya. Pembuatan crown yang bagus akan sulit dibedakan dari gigi aslinya, baik secara warna maupun bentuk. Meski kekuatan crown sama dengan gigi asli dan tak ada pantangan setelah crown dipasang, Wati menyarankan agar tetap berhati-hati saat mengunyah.

“Namanya saja buatan, jadi tetap bisa pecah, rusak, atau berlubang bila perawatannya enggak benar. Jadi, perawatan apa pun yang dilakukan, sebaiknya rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali.”

Tetapi yang terbaik adalah menjaga dan memelihara gigi sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, karena itu kita sebaiknya memeriksakan gigi kita minimal 2x dalam setahun.

“Keep your healthy Smile…. last”

Tags: , ,
July 30, 2012

Dental Whitening/ Pemutihan Gigi, APA SIH?

by Neo Publishing

Sebelum kita membahas mengenai warna gigi, kita harus memahami bagian dari Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi, bagian tersebut terdiri atas:

  • Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras.
  • Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah.
  • Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks.
  • Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi.
  • Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi.
  • Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:
    • Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
    • Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi


Gigi pada awalnya putih agak kekuningan. Dengan berlalunya waktu, gigi kita menjadi tidak lagi seputih waktu masih kecil. Pengeruhan warna gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Merokok dalam jangka panjang menyebabkan gigi berwarna kecoklatan karena residu tar yang menempel di gigi.
  • Penuaan berperan membuat gigi terlihat kuning karena enamel, yang merupakan lapisan luar keras gigi Anda, semakin menipis oleh pemakaian sehingga lapisan dasar gigi yang berwarna kuning semakin tembus pandang.
  • Makanan dan minuman apa pun seperti saos, teh, kopi, coke, dll yang dapat menodai taplak meja, pakaian, atau karpet juga dapat menodai gigi Anda.
  • Jenis-jenis antibiotik tertentu dapat membuat gigi berwarna gelap.

Untungnya, kini kita dapat memutihkan kembali gigi kita melalui layanan dan produk yang banyak tersedia dan terjangkau.

Perawatan pemutihan gigi adalah satu cara untuk mencerahkan warna asal gigi tanpa mengasah enamel, namun ini bukan untuk mengembalikan warna gigi tersebut sepenuhnya. Hydrogen peroxide atau carbamide peroxide merupakan bahan aktif yang sering digunakan dalam produk pemutihan gigi.

Pemutihan gigi termasuk jenis perawatan gigi kosmetik yang sesuai bagi individu tanpa tambalan gigi dan masalah gusi. Dokter gigi umumnya menawarkan dua jenis perawatan, yaitu perawatan di tempat praktek atau perawatan sendiri di rumah dengan perangkat pemutih (whitening kit) yang mereka siapkan secara khusus. Kedua prosedur itu sama-sama menggunakan senyawa berbasis peroksida dengan kadar bervariasi dari 3% sampai 35%.

Peroksida adalah unsur utama yang digunakan sebagai pemutih (termasuk pemutih pakaian). Semakin tinggi konsentrasi peroksida, semakin kuat daya pemutihnya–namun, juga lebih berisiko menyebabkan kerusakan pada gusi dan jaringan sekitarnya.

Berikut adalah metode untuk memutihkan gigi Anda:

1. Pemutihan gigi di praktek dokter gigi (in-office whitening)

Pemutihan gigi metode ini diawali dengan pembersihan gigi dan penghapusan plak di sepanjang garis gusi. Setelah gigi bersih, gel peroksida hingga 35% diaplikasikan pada gigi. Selanjutnya, lampu khusus bersinar laser digunakan untuk mengaktifkan gel.

Proses ini biasanya memakan waktu sekitar satu jam, dan memutihkan gigi 10 sampai 14 derajat. Hasil bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang merespon sangat baik sehingga giginya memutih secara dramatis, sedangkan yang lain mungkin membuat perbedaan yang lebih kecil. Dokter gigi Anda dapat memberikan gambaran hasil maksimal yang dapat diperoleh gigi Anda. Dalam kasus-kasus ekstrim, prosedur pemutihan gigi laser mungkin perlu diulang di lokasi noda membandel yang disebabkan oleh obat seperti tetrasiklin.

2. Pemutihan gigi di rumah (home whitening)

Anda dapat memutihkan gigi sendiri dengan peralatan yang diapatkan dari dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan gigi Anda, menyiapkan sebuah cetakan (tray) gigi sesuai ukuran gigi dan kontur rahang Anda,  dan memberikan gel berkadar peroksida antara 10% hingga 15%. Untuk memakainya, Anda cukup mengoleskan gel pada cetakan gigi lalu memasang nampan tersebut di gigi selama beberapa jam setiap malam untuk beberapa hari. Lama penerapan bervariasi, semakin rendah kadar peroksida dalam gel, semakin lama waktu pemakaian yang aman. Metode ini dapat memutihkan gigi 8 sampai 10 derajat. Banyak dokter gigi berpendapat pemutihan gigi metode ini memberikan efek yang bertahan lebih lama.

Efek samping

Pemutihan gigi adalah perawatan yang aman jika prosedurnya diikuti sesuai petunjuk. Namun, seperti halnya semua prosedur perawatan lain, ada potensi efek samping yang perlu dipahami:

  • Sensitivitas. Gigi yang baru diputihkan akan sensitif terhadap perubahan suhu, tekanan dan sentuhan. Hal ini paling mungkin terjadi pada gigi yang diputihkan di dokter gigi, di mana konsentrasi peroksida yang digunakan lebih tinggi. Beberapa orang bahkan merasakan ngilu pada gigi mereka. Sensitivitas ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari. Beberapa dokter gigi merekomendasikan pasta gigi dan gel yang mengandung kalium nitrat untuk gigi sensitif.
  • Iritasi gusi. Gusi dapat mengalami iritasi akibat kontak dengan pemutih berkonsentrasi peroksida tinggi. Namun, iritasi tersebut biasanya hanya terasa dalam beberapa hari dan menghilang setelah proses pemutihan selesai.

Demikian informasi mengenai pemutihan gigi, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi dokter gigi anda.

July 26, 2012

TUKANG GIGI DAN RISIKO INFEKSI

by Neo Publishing

TUKANG GIGI DAN RISIKO INFEKSI

KOMPAS.com -  Di sebuah ruangan yang tak begitu besar dengan peralatan seadanya, Putera hampir setiap hari menangani pasien yang datang ke tempatnya dengan masalah gigi.  Pria berusia 30 tahun itu mengklaim dirinya sebagai seorang ahli gigi. Ia sudah menekuni profesinya sejak tahun 2004 dan membuka praktek di kawasan Jakarta Timur.

Putera menuturkan, keahliannya itu ia peroleh saat mengikuti kursus yang diajarkan oleh seorang tekniker gigi pada 2001 silam di Mojokerto. Tekniker, tutur dia,  adalah rekan dari dokter gigi yang biasa membuat gigi palsu, serta segala hal yang berkaitan dengan kesehatan gigi.

Pasien yang ditangani Putera tak terhitung lagi banyaknya. Namun dari keseluruhan pasien yang datang, kebanyakan adalah para orang tua dengan usia sudah cukup lanjut.  Mereka biasanya datang untuk dibuatkan gigi palsu. “Ya, paling sering sih kakek-kakek yang datang,” imbuhnya.

Putera cukup sadar kalau pekerjaan yang dilakukannya itu bukannya tanpa risiko kesehatan. Dalam menangani setiap pasien, ia  mengaku selalu melakukannya dengan sangat hati-hati. Menurut  Putera, ada beberapa hal yang tidak bisa ditangani oleh ahli gigi di antaranya, tambal, cabut gigi, dan memberisihkan karang gigi.  Bahkan untuk memasang gigi palsu, putera pun mengaku tidak sembarang memasangnya.

“Kalo masang gigi palsu juga lihat kondisi gigi pasiennya. Masalahnya, ahli gigi tidak bertindak sembarangan, karena dasar-dasarnya sudah ada,” jelasnya.

Selama bertahun-tahun menggeluti profesinya, Putera mengaku tidak pernah ada masalah dengan pelangannya. “Alhamdullilah selama ini nggak ada yang komplain,” tambah pria satu anak ini.

Saat disinggung soal ijin praktek gigi yang telah dijalaninya, Putera mengatakan kalau tempat prakteknya sudah mendapat izin dari ASTAGIRI (Asossiasi Tukang Gigi Mandiri). Menurut Putera setiap sebulan sekali, para ahli gigi biasanya kerap mengadakan pertemuan. Salah satu yang menjadi isi kesepakatan dalam pertemuan itu adalah, para ahli gigi disarankan untuk tidak mencabut, dan tambal.

Lalu, bagaimana dengan pemasangan bracket atau kawat gigi? Apakah seorang ahli gigi boleh melakukan pemasangan kawat gigi? Putera sendiri sampai saat ini mengaku belum pernah melakukannya. Dia beralasan, kalau pemasangan behel adalah tugas seorang dokter gigi dan bukan wewenangnya.

Di tempat berbeda, Wahyu yang juga berprofesi sebagai ahli gigi justru mengaku telh terbiasa memasang kawat gigi. Pasien yang datang pun bervariasi, mulai dari hanya iseng-iseng sampai yang memang bermasalah dengan giginya.

Tarif yang biasa dikenakan Wahyu untuk pemasangan behel bervariasi antara dari Rp 1,5 sampai Rp 2,5 juta.  Khusus untuk gigi atas saja, Wahyu mematok  harga Rp 800 ribu. Harga ini tentunya jauh lebih murah ketimbang seseorang ke dokter spesialis gigi.

Wahyu mengklaim, prinsip kerja yang dilakukannya dengan dokter gigi tidak jauh berbeda. Bahkan dia berani menjamin gigi bisa menjadi rapih asalkan rutin kontrol. “Pasang behel, kalau di dokter sama di sini sama saja. Hasilnya pasti sama,” tegasnya.

Tapi, ada satu hal yang membedakan ahli gigi dan dokter gigi. “Bedanya kalau di dokter, pasti ada gigi yang dicabut, kalau kita nggak,” tambahnya.

Untuk kontrol pasca pemasangan behel, Wahyu biasanya meminta pasien untuk datang minimal sebulan sekali. Untuk sekali datang kontrol, seorang pasien dikenakan biaya Rp 50 ribu. Sedangkan untuk biaya membersihkan bracket, dan mengganti karet yang lepas, harga yang dipatok relatif sama.

Merry, salah satu pengguna jasa ahli gigi mengatakan, kalau biaya pemasangan behel jauh lebih murah di ahli gigi ketimbang harus ke dokter. Dia pun tak merasa khawatir kalau terjadi  sesuatu yang salah pada giginya. “Kalau bisa cari yang murah lebih bagus, kenapa nggak?” ujarnya.

Perlu ditindak

Menanggapi maraknya praktik tukang gigi, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Zaura Rini Matram menuntut pengawasan dan tindakan yang lebih tegas dari pemerintah terhadap profesi tukang gigi yang bertindak di luar batas kewenangan.

Pemerintah telah mengatur batasan praktik tukang gigi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 339 tahun 1989 tentang kewenangan pekerjaan tukang gigi.

Dalam salah satu pasalnya  tertulis bahwa tukang gigi dalam melakukan pekerjaannya diberikan wewenang dalam hal membuat gigi tiruan lepasan dari karilik sebagian atau penuh dan memasang gigi tiruan lepasan.

“Ke depannya, PDGI menganjurkan tukang gigi harus di hapus dan di hilangkan dari masyarakat. Masyarakat harus tahu, ada batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan tukang gigi,” ujar Rini.

PDGI  beralasan, pelayanan tukang gigi yang ada saat ini tidak didasarkan pada pemahaman dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi.

“Membutuhkan pendidikan yang lama, karena kita bekerja pada jaringan yang hidup, yang berkaitan dengan kesehatan seluruh tubuh,” jelasnya.

Risiko infeksi

Ia menambahkan, pemasangan kawat gigi yang saat ini marak di lakukan tukang gigi juga sangat ditentang PDGI. Jika hal ini dilakukan oleh pihak yang tidak berkompeten, maka bisa membawa efek samping yang lebih parah pada pasien.

Efek itu mulai dari infeksi ringan pada gusi sampai ke jaringan yang lebih dalam pada tulang yang menyebabkan pembengkakan. Selain itu, ada risiko jaringan yang tumbuh tidak normal, arahnya dapat berakibat pada keganasan.

Bukan hanya itu, penanganan yang tidak tepat juga bisa berakibat pada penyakit infeksi lainnya. Misalnya pada ibu hamil bisa berakibat kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

“Tukang gigi sangat merugikan masyarakat, PDGI minta agar peraturan ini dilaksanakan dan ditegakkan. Untuk masalah kesehatan masyarakat, PDGI tidak mau kompromi,” pungkasnya.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2011/04/04/14572541/Tukang.Gigi.dan.Risiko.Infeksi

July 25, 2012

Penyakit Gusi Berdarah

by Neo Publishing


Jika Anda pendarahan dari gusi saat menyikat gigi, kemungkinan Anda memiliki penyakit gusi. penyakit gusi mempengaruhi hampir 90% dari semua manusia. Kenyataan bahwa penyakit gusi adalah penyakit yang sangat umum dan kenyataan bahwa gejala yang paling kentara adalah berarti bahwa mayoritas orang tidak mencari bantuan dengan cara apapun. Penyakit gusi adalah alasan utama untuk kehilangan gigi di planet ini. Kebanyakan komplikasi penyakit gusi dapat dicegah dengan kebersihan mulut yang tepat dan periksa gigi teratur.

Apa yang menjadi penyebab umum penyakit gusi?

  • Penyebab paling penting dari penyakit gusi adalah kurangnya kebersihan mulut yang tepat. deposito Plak mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan. Ini disebut Gingivitis. Ketika peradangan menyebar ke ligamen dan jaringan lunak sekitar gigi itu disebut Periodontitis.
  • Penyakit gusi juga terlihat lebih umum pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Pasien dengan Diabetes dan pasien pada obat-obatan immuno-penekan telah meningkatkan kejadian penyakit gusi. Kehamilan, menstruasi, menopause dan pubertas juga faktor risiko untuk penyakit gusi.
  • Merokok juga merupakan faktor resiko yang sangat serius untuk penyakit gusi.


Apa saja gejala umum penyakit gusi?

  • Pendarahan dari gusi. Pendarahan pada waktu menyikat gigi Anda adalah tanda awal. gusi normal dan sehat tidak berdarah saat disikat.
  • Keluar nanah dari gusi bila ditekan
  • Bau mulut (Halitosis)
  • Terasa nyeri ketika gusi ditekan.
  • Pembengkakan pada gusi
  • Gigi secara bertahap mulai menjadi longgar dan mulai lepas.
  • Nyeri ketika mengunyah
  • gusi surut
  • Jarak antar gigi terlihat
  • Makanan tersangkut di antara gigi saat makan
  • Gigi mulai tanggal satu demi satu
  • Gusi berubah warna dari pucat pink untuk pink kemerahan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit gusi?

  • Kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan gigi teratur. Sebagian besar kasus penyakit gusi dapat dicegah jika tindakan yang tepat diambil pada waktu yang tepat. Jika penyakit gusi dihentikan pada tahap gingivitis atau periodontitis ringan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan obat kumur antibakteri dan periksa gigi profesional.
  • Tetapkan janji dengan kesehatan gigi Anda untuk setiap membersihkan gigi menyeluruh 6 bulan. Jika Anda menghapus plak dan kalkulus sebelum mereka menyebabkan masalah penyakit gusi yang paling dapat dicegah.
  • Jangan lupa untuk menggosok gigi Anda dua kali sehari dengan pasta gigi fluoride. Fluoride juga membantu mencegah kerusakan gigi. Pasta gigi yang mengandung Triclosan juga membantu dalam memerangi penyakit gusi.
  • Flossing setiap hari dengan benang gigi sebelum menggosok gigi dan berkumur dengan obat kumur antibakteri diresepkan oleh dokter gigi Anda akan membantu dalam mengembalikan gusi sehat Anda.
  • Cuci mulut setiap habis makan juga membantu mencegah pembentukan plak. Plak adalah musuh terbesar dari gusi.

Mengganti pengisi retak dan mengisi semua rongga mencegah plak dari terjebak dalam rongga dan menyebabkan penyakit gusi.

Jadi periksakanlah gigi kita secara teratur…. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers