Bau Mulut atau Bau Gigi?

by Neo Publishing

Bau Mulut, Gejala Penyakit Gusi

BAU mulut tidak hilang-hilang meski sudah mencoba bermacam-macam penyegar, bisa jadi gejala penyakit gusi menyerang Anda. Apalagi, pada saat yang sama gusi Anda mudah berdarah, berwarna merah, bengkak, dan menjadi lembek.
“Segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi Anda,” saran Drg Ayub Irmadani Anwar dari Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat FKG Unhas. Soalnya, bila hal ini berlangsung lama, plak akan mengeras di gigi yang kemudian menjadi suatu zat yang disebut calculus. Akhirnya, toksin-toksin yang dihasilkan bakteri di dalam plak itu akan mengganggu gusi dan membunuh lapisan-lapisan yang melindunginya.

Tak sampai di situ, bakteri juga akan mengiritasi gusi dan menyebabkan gusi menjadi bengkak. “Pada awalnya, penyakit ini disebut gingivitis dan hanya mempengaruhi gusi. Namun, pada tahap selanjutnya, bakteri masuk di bawah gusi dan akan akhirnya menyerang jaringan dan tulang sekitar gigi,” jelas Ayub kepada Fajar, beberapa hari lalu.

Penyebab utama penyakit gusi, jelasnya adalah bakteri plak, yaitu bakteri dalam rongga mulut yang dapat mengendap di gigi dalam bentuk lapisan lengket yang disebut plak. Plak inilah yang membuat gigi dan gusi sakit. Plak terus-menerus terbentuk pada gigi meskipun telah disikat.

“Karena itu sikatlah gigi secara teratur dengan pasta gigi yang mengandung flourida setiap hari,” anjur Ayub.

Kebiasaan buruk masyarakat tak menghiraukan penyakit jika tidak terlalu sakit menjadikan penyakit ini menjadi-jadi. “Bila tidak segera diobati, tulang yang menyangga gigi akan rusak atau keropos dan gigi pun tanggal,” ungkapnya. Menurut statistik, tambah Ayub tiga dari empat orang terkena penyakit gusi dan lebih dari separuh orang dewasa mengalami sesuatu yang berkaitan dengan itu.

Sayangnya, kadang-kadang penyakit gusi tidak menimbulkan rasa sakit, hingga seringkali tidak dirasakan oleh mereka yang mengalaminya.

“Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gigi secara berkala. Bila diketahui di tahap awal, penyakit gusi ini dapat dengan mudah diobati. Cara mengenali secara dini ini mencakup pemeriksaan gigi berkala untuk memastikan warna dan kekuatan gusi, bagaimana masing-masing gigi berdiri dan mungkin saja pengambilan foto x-ray untuk mengevaluasi tulang penyangga gigi,” ungkapnya.

Langkah-langkah pencegahan ini harus menjadi bagian dari setiap pemeriksaan gigi yang lengkap. Namun, cara paling sederhana, tuturnya adalah dengan menyikat gigi selama tiga menit minimal dua kali sehari yang sebaiknya setelah makan.

Perawatan gigi adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat. Ingatlah, uang yang dikeluarkan untuk langkah pencegahan dan pemeriksaan berkala ke dokter gigi akan menghasilkan penghematan biaya di kemudian hari. Pastikan Anda memiliki gigi yang sehat di masa datang,” anjur Ayub.

Sumber : (azh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: