Waspadai Kelainan Gigi Anak

Apa yang harus diperhatikan dan diwaspadai mengenai susunan Gigi pada anak kecil?

Seperti yang telah ditunjukkan oleh Dr. German Ramirez-Yañez, dalam populasi tertentu hingga 90% anak-anak memiliki beberapa bentuk maloklusi

dan seperti yang dia katakan sebelumnya, kebiasaan yang mengarah pada maloklusi akan dipertahankan sampai remaja.

Jika Anda tidak yakin apa yang harus diwaspadai pada anak-anak, ini adalah infografik praktis yang saya temukan online yang mungkin bisa membantu.
Ini juga berguna jika Anda dapat menyaring mereka untuk fungsi yang salah, jadi tanyakan kepada orang tua jika mereka melihat anak mereka tidur dengan mulut terbuka, apakah mereka memiliki masalah sinus, asma, alergi dll dan ketika Anda menonton anak itu, apakah mereka menelan oleh mengisap bibir mereka ke dalam?

Semakin dini Anda dapat menangani masalah, semakin mudah untuk memperbaikinya dan semakin besar manfaatnya bagi pasien, terutama selama masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting ini.

Menjaga kesehatan dan kerapihan gigi sejak dini sangat penting. Beruntung saat ini ada banyak kemajuan teknologi termasuk dalam kedokteran gigi. Salah satunya adalah merapihkan gigi tanpa kawat gigi atau behel.

Anda yg di bandung punya masalah dengan gigi anak anda? Periksakan ke dokter gigi kami, hub CS 0822 160 100 22 🙂

Advertisements

Merapikan Gigi Tanpa Kawat Gigi / Behel

Sejak tahun 1989 Myofunctional Research Co (MRC) telah mengembangkan alat lebih efektif dalam masalah orthodonti. Alat ini dirancang tidak hanya untuk merapikan gigi, tapi juga merawat susunan gigi yang tidak rapi dengan mengkoreksi kebiasaan buruk seperti bernafas melalui mulut, mendorong lidah dan pola penekanan yang tidak benar.

Sejak tahun 1989 Myofunctional Research Co (MRC) telah mengembangkan alat lebih efektif dalam masalah orthodonti. Alat ini dirancang tidak hanya untuk merapikan gigi, tapi juga merawat susunan gigi yang tidak rapi dengan mengkoreksi kebiasaan buruk seperti bernafas melalui mulut, mendorong lidah dan pola penekanan yang tidak benar.
“Tidak seperti orthodonti tradisional yang memerlukan pencabutan dan pemakaian retainer setelah perawatan. Tujuan utama dari MRC untuk pencapaian susunan gigi secara alami dan selesai perawatan tidak perlu memakai retainer dan tidak ada pencabutan gigi. Selain merawat gigi yang tidak rapi juga meningkatkan kesehatan umum dari anak-anak untuk pencapaian potensi genetic maksimum,”tegasnya.


Pada anak usia 6 hingga 10 tahun, lanjut drg Doris, gigi permanen tetap pertama kali tumbuh. Pada saat tumbuh itu, gigi bisa menjadi tidak teratur dan pertumbuhan rahang tidak sejajar. Kebiasaan mengisap ibu jari merupakan penyebab susunan gigi yang tidak rapi dan pertumbuhan wajah.
“Penelitian telah menunjukan bahwa pemakaian kawat gigi dan pencabutan tidak menyelesaikan masalah dan lebih baik melakukan perawatan secara dini. Kebiasaan buruk ini sangat mudah diterapi pada saat masa pertumbuhan. Mengkoreksi pertumbuhan alami dan susunan gigi yang baik,”tandasnya.
Masih kata Drg Doris, waktu perawatan dapat berbeda pada setiap anak tergantung pada adaptasi biologi sebagian pasien. Untuk keberhasilan perawatan dengan Myobrace alat ini harus dipakai 1 hingga 2 jam sehari dan pada saat mau tidur wajib untuk tetap dipakai.
“Pergerakan dari lidah, pipi, bibir menentukan posisi pertumbuhan gigi. Pertumbuhan wajah yang benar tergantung pada pergerakan yang benar dan pola bernafas,”tegasnya.
Karenanya, MRC telah mempelopori pengunaan alat untuk mengkoreksi kebiasaan buruk anak-anak pada masa pertumbuhan dan telah terbukti sukses mengkoreksi masalah orthodonti tanpa pemakaian kawat gigi. Perawatan ini juga dapat mengkoreksi perkembangan wajah yang lebih baik pada masa pertumbuhan anak-anak.


“Tujuan dari perawatan ini untuk mengkoreksi posisi bibir dan fungsi lidah, bernafas lewat hidung dan melatih otot-otot pada fungsi yang benar. Myobrace adalah melatih lidah pada posisi yang benar pada rahang atas, melatih otot-otot dan memberikan tekanan untuk merapikan susunan gigi. Sehingga setelah usai perawatan gigi selalu tertutup rapat, kecuali pada saat bicara dan makan. Bernafas dengan hidung untuk membantu pertumbuhan rahang atas dan bawah dan mencapai gigitan yang benar. Kemudian tidak ada kegiatan atau aktifitas pada saat menelan, termasuk memperbaiki susunan gigi dan memperbaiki perkembangan wajah.

sumber: https://www.metrokampung.com/2017/09/merapikan-gigi-tanpa-kawat-gigi.html

Mengatasi Kelainan Gigi Anak

Keadaan gigi geligi yg berjejal pada anak2, akan membuat penampilan anak menjadi terganggu, dan sering sekali membuat para ibu menjadi cemas dan muncul pertanyaan? “Apakah bisa diperbaiki? Bagaimana memperbaikinya? Apakah ada hubunganya dengan usia pertumbuhan?Kapan waktu yang tepat untuk memulai perawatan? Dan pertanyaan lainnya”

Proses Pertumbuhan Gigi Anak

Pada anak, usia 6 sampai 9 tahun, merupakan masa pergantian gigi. Gigi geligi permanen mulai bergantian tumbuh seiring dengan gigi geligi susu bergantian tanggal. Inilah yang disebut fase geligi campuran (Mixed Dentition). Hingga nanti pada usia dewasa muda geligi akan erupsi lengkap sebanyak 14 gigi di rahang atas dan 14 gigi di rahang bawah. Inilah yang disebut dengan fase gigi tetap (Permanen Teeth). Dan setelah itu baru disusul dengan geligi permanen yang terakhir erupsi yaitu gigi molar ke-3 atau geraham terakhir pada usia sekitar 20 tahun.

Adalah masih dalam batas kewajaran bila gigi seri susu anak-anak di rahang bawahnya goyang lalu dibelakangnya terdapat gigi permenen seri yang muncul. Pada beberapa kasus hal ini tidak perlu dicemaskan karena dengan beradaptasi dengan lidah gigi permanen seri yang tumbuh dibelakang gigi seri susu akan menata dengan sendirinya menempati tempat gigi susu serinya. Langkah yang diperlukan adalah bila ada tanda ini adalah segera mencabut gigi seri susu tersebut dengan bantuan dokter gigi.

Berbeda dengan kondisi gigi susu seri rahang atas dan semua gigi geraham baik di rahang atas atau di rahang bawah apabila goyang namun gigi permanen tidak tepat tumbuh sesuai dengan tempat gigi susunya maka inilah yang perlu dicermati. Karena hal ini menunjukkan adanya kelainan susunan gigi mulai yang ringan maupun parah.

Pada kondisi yang ekstrim gigi permanen sudah tumbuh tanpa didahului adanya tanda gigi susu yang goyang. Sehingga letaknya gigi permanen agak jauh dari gigi susunya yang akan digantikan. Inilah yang disebut kelainan letak salah benih. Atau gigi susu telah tanggal lama hampir 1 tahun namun gigi permanen belum juga erupsi. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus!

Pada beberapa kasus pada usia mulai pergantian geligi yaitu 7 tahun juga sudah diikuti dengan kelainan skeletal tulang rahang seperti salah satu rahang lebih maju, atau kedua rahangnya dan kelainan asimetris tulang rahang. Dominasi faktor pencetus kelainan susunan gigi memang adalah kelainan genetika atau menurun, misalkan karena orang tuanya juga mengalami kelainan yang sama, maka anaknya bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan.

Namun adanya kebiasaan jelek yang dilakukan seorang anak akan dapat menimbulkan kelainan susunan gigi atau meperparah kelainan susunan gigi tersebut. Seperti kebiasaan menghisap ibu jari, menggigit pensil atau benda pada gigi depan, cara menelan makanan yang salah, bernafas lewat mulut, pemakaian dot susu yang lama, kondisi gigi susu yang banyak berlubang dan atau gusi yang beradang sehingga rahang mencari posisi yang enak saat mengunyah dan adanya tanggal prematur gigi susu.

Jadi usia efektif untuk mencermati kelainan susunan adalah usia 6 sampai 9 tahun dimana pada usia ini geligi permanen telah banyak yang tumbuh dan kelainan sudah mulai jelas terlihat. Sehingga usia ini adalah usia yang tepat untuk memulai membiasakan diri untuk memeriksakan dan merawat gigi. Jadi jangan biarkan susunan gigi yang bermasalah hingga menunggu usia dewasa baru dilakukan tindakan perawatan. Justru perawatan kelainan susunan gigi akan lebih mudah diatasi pada saat usia anak-anak dan remaja, dengan memanfaatkan faktor pertumbuhan. Namun bukan berati kelainan susunan gigi pada usia dewasa dan lanjut tidak dapat diatasi.

Beberapa kasus kelainan susunan gigi usia anak-anak remaja yang ringan akan dapat diselesaikan dengan perawatan removable orthodontic appliance atau alat ortodonsi lepasan.

Namun bila kasus telah parah pada usia anak-anak dan remaja akan dilakukan perawatan fixed orthodontic appliance (bracket) atau yang lazim disebut behel

Lanjutan…

merapikan-gigi-tanpa-kawat-gigi-behel

Kira-kira apa ya? Trik dokter gigi anak biar si anak mau diperiksa giginya? Ternyata banyak sekali Trik dan cara lucu Dokter gigi anak supaya pasien kecilnya mau buka mulut. Contohnya saja Ala dokter gigi anak di Amerika sana. Mereka pake masker yang lucu yang membuat si anak nyaman dan riang, di Bandung sendiri belum pernah rasanya ada dokter gigi yang punya masker seperti ini?

masker-lucu

(Walaupun dokternya kesal.. tapi karena tertutup masker terlihat seperti sedang tertawa 🙂

Tentunya dokter anak pasti diajarin cara-cara mengenal psikologi anak. Termasuk dengan dokter gigi anak. Kebayang kan si anak pasti inginnya lari ketakutan waktu melihat peralatan pemeriksaan gigi. Apalagi kalo mendengar dan melihat mesin bor gigi berdengung. hii.. jangankan anak kecil lah saya sendiri juga ngeri. hihi..

Semoga dengan cara- diatas anak-anak ga takut lagi ya untuk pergi ke dokter gigi. Sekalian anak-anak kitapun belajar tentang kesehatan gigi. Juga belajar khasiat dan manfaat merawat dan menjaga kebersihan giginya. Kebanyakan makan yang manis-manis seperti permen, gula-gula dan kue juga membuat gigi anak cepet keropos.

Cara menjaga kesehatan gigi anak usia 3-6 tahun adalah :

  1. Pada usia ini, anak pada umumnya sudah dapat memegang sikat gigi dan dapat menyikat gigi sendiri. Akan tetapi pengawasan Anda tetap dibutuhkan untuk memastikan mereka menyikat giginya dengan benar.
  2. Hal yang paling penting dilakukan adalah menyikat gigi di waktu yang tepat yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam haru sebelum tidur.
  3. Bantu anak Anda dengan memberikan sikat gigi khusus anak dengan bulu sikat lembut. Sikat gigi ini memiliki kepala sikat kecil yang sesuai dengan ukuran mulut anak.
  4. Sikatlah gigi anak Anda dengan pasta gigi berflouride. Lebih baik lagi jika menggunakan pasta gigi khusus untuk anak dengan kandungan fluoride yang sesuai untuk anak serta tersedia dalam pilihan rasa yang disukai anak.

 

Cara Menjaga kesehatan gigi anak usia 6-12 tahun adalah :

  1. Pada usia ini anak sdah dapat menyikat gigi mereka sendiri. Namun mereka tetap perlu bantuan Anda untuk membantu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan benar.
  2. Terapkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malamkepada anak Anda, sebab kebersihan mulut dan gigi sangat penting pada periode ini.
  3. Gunakan sikat gigi khusus
  4. Gunakan pasta gigi dengan jumlah yang tepat.

 

Kenapa Takut ke Dokter Gigi?

Kebanyakan orang sangat menghindari bertemu atau mengunjungi dokter gigi, kecuali kondisinya benar-benar sakit gigi dan sudah tidak bisa ditawar lagi… Jangankan anak kecil hal ini juga terjadi pada orang dewasa, dokter gigi adalah sosok yang menakutkan dan sangat dihindari.

takut ke dokter gigi?

takut ke dokter gigi?


Dari pengalaman saya sharing dengan beberapa pasien yang khususnya mereka yang tinggal di Bandung ada beberapa alasan yang mereka sampaikan, ada beberapa alasan, antara lain:

1. Sakit, kebanyakan jawabannya adalah karena pengalaman yang mereka rasakan bahwa perawatan yang dilakukan dokter gigi adalah sakit, khususnya trauma di masa kecil, takut terhadap alat bius suntik dan bor gigi.

Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan beberapa tips:
– Biasakan anak dari kecil untuk memeriksakan giginya, walaupun sekedar kunjungan singkat, tidak selalu ke dokter gigi ketika harus mencabut gigi atau sakit gigi sehingga harus dilakukan tindakan penambalan. Sehingga anak akan terbiasa dan merasa nyaman jika harus berhadapan dengan dokter gigi.
– Jangan menunda pengobatan gigi sehingga harus dilakukan tindakan, sejak kecil biasakan anak untuk merawat dan menggosok gigi secara rutin dan memeriksakan gigi ke dokter setahun 2x. Sehingga dokter tidak harus melakukan tindakan pengobatan, cukup sampai perawatan.
– Jangan memaksakan anak jika tidak merasa nyaman pergi ke dokter gigi, usahakan beri pengertian dan buatlah permainan simulasi dokter gigi sehingga anak lebih merasa nyaman dan tidak terlalu cemas.
– Tidak semua dokter mempunyai kemampuan komunikasi dan ramah terhadap pasien. Dokter yang baik akan berusaha membangun komunikasi yang baik dan kepercayaan dengan pasien sebelum mengambil tindakan. Pada umumnya dokter wanita lebih disukai karena lebih ramah, walaupun tidak bermaksud mengeneralisasi.

Saat ini teknologi kedokteran gigi sudah cukup banyak penemuan untuk mengurangi rasa sakit dalam pengobatan gigi, mulai dari alat suntik bius khusus gigi yg mengurangi rasa sakit (sitoject), obat bius elektronik sampai dengan pengobatan dengan laser.

2. Biaya, memang tidak bisa dipungkiri biaya pengobatan gigi termasuk mahal, karena sebagian besar adalah tindakan, bukan sekedar pemeriksaan atau konsultasi seperti halnya dokter umum. Tindakan mengunakan alat dan waktu yang cukup lama bagi dokter untuk mengobati pasien, semakin canggih dan lama waktu yang digunakan biaya tentu akan semakin mahal.
Walaupun begitu, kami sangat menyadari hal ini dan berusaha menggunakan harga yang wajar agar bisa tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di kota Bandung. Bukan promosi tetapi menurut beberapa pasien harga di klinik ini relatif “murah” tetapi mereka tetap mendapatkan kepuasan terhadap hasil perawatan yang diberikan.
dokter-gigi-anak
Jadi… tidak perlu takut atau kecemasan berlebihan terhadap dokter gigi, coba kenali dokter gigi atau cari referensi melalui keluarga anda sehingga anda merasa lebih nyaman, atau konsultasikan dahulu masalah gigi anda sehingga anda akan bisa merasakan apakah cukup nyaman atau tidak terhadap dokter gigi yang bersangkutan.

Semoga info ini membantu…
Menjaga lebih baik daripada mengobati… Senyum indah dan sehat sepanjang masa

http://www.dental55.com
http://www.doktergigibandung.com

Mitos Seputar Gigi dan Mulut (1)

Ada banyak pemahaman yang keliru tentang pera­watan gigi, gusi, dan rongga mulut, yang berkembang di masyarakat dan hal ini diturunkan dan disampaikan dari orang tua kita dahulu sampai anak-anak saat ini.
takut berobat gigi
Berikut ini kami kumpulkan beberapa mitos yang cukup populer, lalu kami sajikan faktanya.

Mitos: Untuk menyembuhkan sakit gigi, kita hanya perlu menenggak obat-obatan penghilang rasa sakit atau kumur dengan larutan penyegar?
Fakta: Sakit gigi jauh lebih komplek dari yang kita bayangkan, Rasa sakit untuk sementara waktu mungkin akan hilang, tapi bukan berarti bahwa gigi sudah sembuh. Bakteri pebabkan infeksi gigi tetap ada sehingga rasa sakit bisa muncul kembali.
Untuk menyembuhkannya bisa dilakukan bermacam-macam perawatan, misal Bila gigi berlubang, perlu dibersihkan dan ditambal, tapi jika kerusakan lapisan telah sampai pada lapisan syaraf, yang perlu dilakukan adalah perawatan pada saluran akar lebih dahulu. Jadi periksa dulu ke dokter gigi yah…

Mitos :Menggunakan permen karet tanpa gula dengan xylitol setelah makan dapat menggantikan menyikat dan memiliki efek yang sama.
Fakta: Tidak benar, hal ini hanya dilakukan dalam kondisi tertentu atau kepepet kata orang, tapi anda tetap diwaibkan untuk menggosok gigi. Hal ini sama seperti kita hanya berkumur dengan menggunakan pasta gigi.
Sikat gigi bertujuan untuk membersihkan kotoran di sela-sela gigi yang tersangkut saat kita makan.
Noted: jika anda tidak dapat sikat gigi setiap habis makan, anda dapat menggunakan permen karet tanpa gula untuk membersihkan gigi. Karena dengan mengunyah permen karet dapat memicu produksi air liur didalam mulut dan memberikan efek self cleanser pada gigi.

Mitos: Sariawan timbul akibat kurangnya asupan vitamin C.
Fakta: Tidak hanya lantaran kekurangan asupan vitamin C, sariawan juga bisa disebabkan berbagai faktor lain khususnya panas dalam, atau faktor lain seperti: alergi, stres, penurunan sistem kekebalan tubuh, trauma (tergigit berulang-ulang), ataupun ketidakseimbangan hormon -seperti saat wanita menstruasi. Konsumsi vitamin C dapat mempercepat penyembuhan sariawan, karena sifat vitamin ini membantu memperbaiki jaringan yang rusak.
Sariawan yang tidak kunjung membaik dalam waktu 1minggu perlu dikonsultasikan dengan dokter gigi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit bahaya lainnya seperti kanker mulut.
Anda bisa minum penyegar seperti kaki tiga atau kalau sudah parah untuk pengobatan dengan mkumur dan minum enkasari, pengobatan dengan albotil atau sejenisnya.

Mitos: Untuk mengatasi bau mulut cukup dengan berkumur dengan larut­an penyegar (obat kumur).
Fakta: Tidak benar, bau mulut disebabkan karena perkembang bakteri di dalam gigi atau mulut. Pernahkan anda mencium bau kotoran yang menyangkut di antara gigi anda selama beberapa jam saja? Baunya pasti menyengat 🙂 Apalagi jika kotoran tersebut tinggal selama beberapa hari dan berminggu2 karena berada di daerah gigi anda yg berlubang, selain menimbulkan bau yang tidak sedap bisa dipastikan anda akan mengalami nyeri gusi.

Penggunaan obat kumur hanya bertahan dalam jangka waktu pendek. Bahkan kandungan alkohol pada larutan ini dapat membuat mulut menjadi kering, sehingga bau mulut akan bertambah hebat. Untuk mengatasi aroma tidak sedap pada mulut adalah membersihkan area gigi, gusi, lidah dan rongga mulut. Setelah tuntas, baru lanjutkan dengan obat kumur untuk hasil yang maksimal.

Mitos: Bila gigi patah sebagian dan menyisakan akarnya, diamkan saja.
Fakta: Mungkin Anda sudah tidak punya keluhan lagi, tetapi permasalahan yang Anda alami sebenarnya belum tuntas ter­atasi. Akar yang tertinggal tetap harus dicabut, karena bila didiamkan bisa menjadi sumber infeksi di kemudian hari.

Mitos: Pencabutan gigi tidak boleh saat tekanan darah sedang tinggi
Fakta: Benar, Jika gigi dicabut pada saat tekanan darah sedang tinggi, pendarahan tidak bisa berhenti dan akan membahayakan kese­hatan secara keseluruhan. Pada kondisi pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), pencabutan hanya boleh dilakukan setelah dikonsultasikan oleh dokter spesialis penyakit dalam. Biasanya lebih dahulu pasien akan diberi obat untuk mengendalikan tekanan darahnya.

Mitos: Jika gigi Anda sakit, sebaiknya dicabut saja supaya rasa sakit tidak balik lagi.
Fakta: Tidak benar sepenuhnya, tergantung dari penyebab sakit gigi tersebut. Bisa jadi hanya karena dikarenakan ggi berlubang yang cukup dilakukan penambalan atau bahkan hanya perlu dilakukan pembersihan karang gigi.
hilang/tanggalnya satu gigi saja akan memengaruhi keampuhan daya kunyah. Karena itu keberadaan gigi dalam mulut harus dipertahankan semaksimal mungkin. Pencabutan gigi merupakan pilihan terakhir. Bila gigi Anda sakit, maka perlu dicari sumber masalahnya dan segera lakukan perawatan intensif.

Mitos: Jika gigi sedang sakit tidak boleh dicabut karena bisa menyebabkan rabun bahkan buta.
Fakta: Tidak ada hubungannya, Sakit yang disebabkan oleh adanya lubang pada gigi, bila sampai infeksi, rasa sakitnya memang bisa menjalar sampai area pipi hingga mata. Terutama pada gigi bagian atas.
Masalahnya jika kondisi gigi sedang sakit dilakukan pencabutan efeknya dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa karena gigi dalam kondisi radang ataupun sangat sensitif. Namun pencabutan pada gigi bagian atas memang perlu dilakukan lebih hati-hati karena akar gigi sangat dekat dengan syaraf mata dan bisa mempengaruhi syaraf2 lain yang ada disekitarnya, biasanya kalau tidak yakin dokter akan meminta pasien untuk melakukan rontgen terlebih dahulu, demikian yang disampaikan drg. Yenni MES.
takut berobat gigi bandung
Mitos : Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi.
Fakta : Benar, Perubahan hormonal yang dialami wanita turut mempengaruhi keadaan di rongga mulutnya. Saat menstruasi, terjadi perubahan hormonal yaitu peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang dapat menyebabkan gusi lebih rentan terhadap peradangan.
Meski demikian, pencabutan tetap dapat dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi. Untuk menghindari resiko, pencabutan sebaiknya ditunda hingga minggu terakhir siklus menstruasi (hari ke 22-28) di mana kadar estrogen sedang rendah dan dilakukan pengechekan tekanan darah sebagai pendukung.

Mitos : Ibu Hamil Tidak Boleh Merawat Gigi
Fakta :Tidak benar. Ibu hamil masih bisa merawat gigi dengan rutin membersihkan gigi dari sisa makanan dan plak di gigi, tetapi hindari untuk melakukan tindakan operasi karena dikhawatirkan menimbulkan resiko terhadap kesehatan ibu dan anak.

Jadi… kalau tidak yakin mitos atau bukan, tanyakan saja kepada dokter gigi anda, terima kasih

Tidak Bisa Sembarangan, Hal Ini Perlu Diperhatikan Saat Merawat Gigi Anak

Menjaga kesehatan gigi pada anak pada dasarnya baik dilakukan sejak gigi mulai tumbuh. Orang tua dalam hal ini bertanggung jawab untuk menanamkan kebiasaan menggosok gigi yang baik dengan memberikan contoh pada anak. Saat mengajarkan kebiasaan menggosok gigi pada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti disarankan oleh dokter gigi.

Spesialis gigi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), drg Rina Permatasari, SpKG, mengatakan untuk mengajarkan anak menjaga kesehatan giginya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Orang tua harus mencontohkan menggosok gigi yang benar, pemilihan sikat yang tepat, dan pasta gigi yang sesuai.

“Mengajarkannya itu pakai cermin, jadi si orang tua dan anak menghadap ke cermin jadi anak bisa melihat tuh caranya menyikat yang benar. Sebaiknya sih memang kan sekarang rumah sudah ada westafelnya jadi anak bisa lihat,” kata drg Rina saat ditemui pada peluncuran klinik spesialis gigi baru RSPI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2014).

Cara menyikat yang benar dikatakan oleh drg Rina adalah dengan menyikat seluruh permukaan gigi. Gerakan sikat pada bagian gigi depan dilakukan dengan gerakan menyapu ke atas dan ke bawah dan bagian luar gigi kiri dan kanan dengan gerakan memutar. Tidak lupa gigi bagian dalam juga dibersihkan dengan ujung sikat dan permukaan kunyah gigi dengan gerakan vertikal.

Untuk masalah sikat gigi yang digunakan oleh anak, drg Rina menyarankan untuk menggunakan bulu sikat yang halus dan kepala sikat yang kecil. Struktur gigi dan rahang anak masih belum tumbuh sempurna sehingga harus lebih diperlakukan secara halus.

“Harus disesuaikan dengan mulut anaknya, cari sikat gigi khusus anak yang bisa menjangkau sampai belakang mulut. Jangan sampai anak jadi enek karena menggunakan sikat yang terlalu besar,” tambah drg Rina.

Terakhir adalah terkait penggunaan pasta gigi. Biasanya karena alasan menghemat, anak diberikan pasta gigi yang sama dengan anggota keluarga lain yaitu pasta gigi dewasa. Padahal drg Rina mengatakan kandungan flouride pada pasta gigi dewasa tidak cocok jika digunakan anak.

“Kalau tertelan dan dalam dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek keracunan. Ke giginya juga nanti emailnya malah jadi tidak bagus, kaya berkarat korosif ya. Meski bikin bagus tapi kalau terlalu banyak merusak,” papar drg Rina.

Jika memang anak terpaksa menggunakan pasta gigi dewasa, drg Rina menyarankan agar tidak perlu terlalu banyak cukup dengan ukuran seperti biji jagung.

Sumber: detik.com

Tumbuh Gigi pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan

Tumbuh Gigi pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan

 

 

Gigi akan tumbuh pada saat anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun . Anak – anak seringkali menjadi rewel selama beberapa hari , hal ini disebabkan gusinya sakit.

Sakit gigi pada anak – anak yang berhubungan dengan pertumbuhan gigi akibat gigi yang akan tumbuh, bisa menimbulkan pembengkakan pada gusi dan menimbulkan rasa sakit . Beberapa orang tua seringkali merasa cemas pada saat gigi anaknya mulai tumbuh karena takut anak mengalami demam tinggi, rewel dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan . Sebenarnya pertumbuhan gigi pada anak – anak merupakan suatu proses yang normal, ketika usia anak 4 – 6 bulan , gigi susunya mulai terlihat dengan tanda – tanda sebagai berikut :

  • Air liurnya semakin banyak
  • Sering menghisap ibu jari
  • Selalu ingin menggigit sesuatu
  • Menggesek – gesek gusinya
  • Nafsu makan menurun

Pada saat pertumbuhan gigi , orang tua dapat memberikan obat pereda sakit yang mengandung ibuprofen dalam bentuk syrup yang cocok untuk anak – anak. Selain itu berikan anak mainan atau benda yang aman dan bersih untuk digigit atau di kunyak – kunyah .

Gusi anak yang sakit dapat di kompres atau di gosok – gosok dengan tangan yang sudah di cuci bersih .

Tetapi jika anak mengalami gangguan pada gigi atau gusi disertai dengan demam yang terus menerus dan juga terjadi penurunan nafsu makan , segeralah berobat ke dokter .

Oleh karena itu para orang tua perlu mengetahui gejala serta tanda – tanda pertumbuhan gigi susu dan harus menjaga agar gusi bayi tetap bersih .

 

 

 

Beberapa tips untuk perawatan gigi pada anak – anak yaitu :

  1. Jangan biarkan anak – anak mengisap botol berisi susu atau cairan manis pada saat tertidur . Hal ini menyebabkan rongga mulut digenangi cairan yang mengandung gula sehingga gigi bayi beresiko mengalami kerusakan .
  2. Bersihkan gigi anak secara teratur setiap hari dengan lap basah atau sikat gigi khusus untuk anak – anak yang lembut .
  3. Periksakan gigi anak ke dokter gigi secara berkala untuk melihat ada atau tidaknya kerusakan pada gigi anak , sehingga jika ada dapat segera dirawat sebelum gigi anak rusak .
  4. Kalau anak – anak sudah dapat gosok gigi sendiri , bimbing dan bantu supaya dapat menggosok gigi dengan baik .