Pentingnya Check Up Kondisi Gigi Sebelum Masuk Bulan Puasa

Jakarta, CNN Indonesia — Menjaga kesehatan tubuh memang sangat perlu. Untuk memastikan kesehatannya terjaga, check up atau kontrol kesehatan ke rumah sakit memang dibutuhkan. Apalagi menjelang bulan puasa seperti sekarang ini.
periksa gigi bandung
Menjelang bulan puasa, check up dibutuhkan untuk memastikan agar kondisi tubuh tak drop saat terjadi perubahan metabolisme saat berpuasa. Namun cukupkah hanya check up kesehatan saja?

“Yang sering sekali dilupakan, orang itu tidak check up kondisi gigi dan mulutnya,” kata Melanie S. Djamil, profesor sekaligus dokter gigi kepada CNN Indonesia.

“Orang hanya konsentrasi ke check up kondisi tubuhnya saja.”

Dikatakan Melanie, check up gigi sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, baik kesehatan secara umum ataupun kesehatan gigi dan mulut.

“Ketika kondisi gigi dan mulut menjelang bulan puasa, Anda akan terbebas dari bau mulut dan masalah gigi lainnya. Seperti diketahui, masalah utama saat puasa itu kan bau mulut,” ucapnya.

Bukan hanya sekadar menjaga kesegaran mulut, check up ke dokter gigi juga akan membantu Anda menjaga kesehatan tubuh keseluruhan.

Kondisi lingkungan mulut dan gigi yang tak sehat bisa menimbulkan berbagai penyakit. “Bakteri di gigi bisa menyerang organ vital di tubuh dan ini menyebabkan berbagai penyakit.”

Beberapa penyakit yang mungkin timbul akibat masalah gigi dan gusi ini adlah jantung, diabetes, liver, sampai sulit punya keturunan.

“Semua hal itu berawal dari rongga mulut ke lambung, kalau gigi dan mulut tak sehat maka tubuh pun tak akan sehat,” ujarnya.

“Tapi sebenarnya, puasa tak puasa, gigi juga harus dikontrol.”

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150616004036-255-60197/pentingnya-check-up-kondisi-gigi-sebelum-masuk-bulan-puasa/

Catatan kecil: Selama berpuasa, kondisi mulut cenderung asam dan akan mudah membentuk dan mempertebal karang gigi, pertumbuhan kuman2 di dalam gigi inilah yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dalam berpuasa.
Itulah sebabnya salah satu alasan kami menghimbau agar dilakukan pengechekan dan pembersihan karang gigi sebelum/ dalam menjalankan ibadah puasa. (dental55)

Advertisements

Veneer: Perawatan Kosmetik Gigi

Veneer…

Kalau bicara perawatan kosmetik gigi, selain perawatan kawat gigi, akhir-akhir ini masyarakat banyak mendengar istilah “veneer”, terutama setelah banyak kalangan artis banyak melakukan perawatan ini untuk memperindah dan mempercantik penampilan mereka.
“Veneer sekarang memang lagi booming karena banyak artis yang pakai. Kita bisa lihat, seperti misalnya, Andien, Olla Ramlan, Ashanti, banyak sekali yg sedang pakai veneer. Kalau di luar (negeri) udah common banget.

veneer gigi bandung

veneer gigi bandung

Veneer gigi adalah lapisan tipis material yang ditempel permanen di permukaan gigi, tujuannya bermacam-macam, bisa untuk mendapatkan warna gigi yg lebih baik, merapihkan tampilan gigi, memperbaiki bentuk gigi, dan sebagainya. Analogi mudahnya seperti pemasangan kuku palsu, lapisan tersebut sangatlah tipis setipis cangkang telur.

Ada dua jenis Veneer, yaitu Veneer Komposit dan Veneer Porselen. Perbedaan pada kedua jenis Veneer ini terletak pada tingkat keawetan, dimana Veneer Porselen lebih kuat dan tahan lama dibandingkan Veneer Komposit. Dan juga, Veneer Porselen menawarkan warna yang lebih alami dan bening.

1. Veneer Komposit (composite veneer)

biasanya dapat dilakukan hanya dalam 1x pertemuan (direct veneer) dan jauh lebih murah daripada veneer porselen pada umumnya. Prosesnya adalah dengan melapisi gigi dengan material semen komposit dan membentuknya sesuai dengan struktur gigi eksisting ataupun bentuk gigi yang diinginkan.
Dibandingkan dengan veneer porcelain, veneer composit gigi harus lebih dijaga dan menghindari makanan yg keras dan makanan ataupun zat2 yang berwarna dan dapat mempengaruhi warna gigi.

Veneer komposit sangat ideal untuk gumpil kecil, karena perawatan ini mempertahankan lebih banyak struktur gigi alami Anda.

Keunggulannya:
-Permukaan email gigi yang diasah lebih sedikit
-Dapat dibuat langsung di mulut pasien
-Lebih mudah diperbaiki bila rusak
-Lebih ekonomis

veneer porcelaine

veneer porcelaine


2. Veneer Porselin (Porcelain Composite)
Prosedur laminasi veneer porselen memerlukan ketelitian dan memakan waktu, minimal harus 2x pertemuan (Indirect veneer). Gigi harus dicetak terlebih dahulu kemudian dibuatkan material porselin nya baru dipasangkan ke gigi pasien, tetapi hasilnya bisa sangat sepadan lebih kuat dan lebih tahan lama dibandingkan restorasi resin komposit.

Veneer Porselen merupakan alternatif yang sangat baik untuk mahkota dalam banyak situasi. Mereka menyediakan pendekatan yang lebih konservatif untuk mengubah warna gigi, ukuran, atau bentuk. Veneer porselen dapat menutupi cacat yang tidak diinginkan, seperti gigi ternoda oleh tetrasiklin, oleh cedera, atau sebagai hasil dari prosedur akar-kanal, dan ideal untuk menutupi tambalan di gigi depan yang berubah warna. Pasien yang renggang gigi depannya atau gigi yang gumpil atau aus juga dapat menjadi calon untuk menerima veneer porselen.

keunggulannya :
-Lebih kuat dan tahan lama
-Estetika lebih baik
-Tidak mudah berubah warna

efek veneer

efek veneer

Prosedur pemasangan veneer :

1. Konsultasi dengan dokter gigi anda mengenai masalah gigi anda, ataupun senyum dan tampilan yang anda inginkan. Apakah anda ingin membuat gigi menjadi putih, membentuk menjadi gigi kelinci, memperbaiki gigi yang retak, dan lain lain.

2. Dokter akan memeriksa gigi anda dan mencarikan solusi yang terbaik atas gigi anda, dan jika veneer dianggap solusi terbaik, maka dokter akan segera melakukan proses persiapan. Gigi anda akan dikurangi ketebalannya sekitar 0.5 mm untuk tempat dipasangnya veneer. Tujuannya agar ketebalan gigi tetap seperti gigi alami setelah dipasang veneernya nanti.

3. Jika anda memilih direct veneer, maka veneer akan langsung dipasang. Tapi jika anda memilih indirect veneer, maka gigi akan dicetak dan dibuatkan veneer sementara. Sekitar seminggu setelah veneer jadi, baru kemudian veneer dipasang.

4. Pada kasus-kasus yang lebih berat biasanya perlu beberapa kali kunjungan sampai veneer bisa dipasang

Mitos Seputar Gigi dan Mulut (1)

Ada banyak pemahaman yang keliru tentang pera­watan gigi, gusi, dan rongga mulut, yang berkembang di masyarakat dan hal ini diturunkan dan disampaikan dari orang tua kita dahulu sampai anak-anak saat ini.
takut berobat gigi
Berikut ini kami kumpulkan beberapa mitos yang cukup populer, lalu kami sajikan faktanya.

Mitos: Untuk menyembuhkan sakit gigi, kita hanya perlu menenggak obat-obatan penghilang rasa sakit atau kumur dengan larutan penyegar?
Fakta: Sakit gigi jauh lebih komplek dari yang kita bayangkan, Rasa sakit untuk sementara waktu mungkin akan hilang, tapi bukan berarti bahwa gigi sudah sembuh. Bakteri pebabkan infeksi gigi tetap ada sehingga rasa sakit bisa muncul kembali.
Untuk menyembuhkannya bisa dilakukan bermacam-macam perawatan, misal Bila gigi berlubang, perlu dibersihkan dan ditambal, tapi jika kerusakan lapisan telah sampai pada lapisan syaraf, yang perlu dilakukan adalah perawatan pada saluran akar lebih dahulu. Jadi periksa dulu ke dokter gigi yah…

Mitos :Menggunakan permen karet tanpa gula dengan xylitol setelah makan dapat menggantikan menyikat dan memiliki efek yang sama.
Fakta: Tidak benar, hal ini hanya dilakukan dalam kondisi tertentu atau kepepet kata orang, tapi anda tetap diwaibkan untuk menggosok gigi. Hal ini sama seperti kita hanya berkumur dengan menggunakan pasta gigi.
Sikat gigi bertujuan untuk membersihkan kotoran di sela-sela gigi yang tersangkut saat kita makan.
Noted: jika anda tidak dapat sikat gigi setiap habis makan, anda dapat menggunakan permen karet tanpa gula untuk membersihkan gigi. Karena dengan mengunyah permen karet dapat memicu produksi air liur didalam mulut dan memberikan efek self cleanser pada gigi.

Mitos: Sariawan timbul akibat kurangnya asupan vitamin C.
Fakta: Tidak hanya lantaran kekurangan asupan vitamin C, sariawan juga bisa disebabkan berbagai faktor lain khususnya panas dalam, atau faktor lain seperti: alergi, stres, penurunan sistem kekebalan tubuh, trauma (tergigit berulang-ulang), ataupun ketidakseimbangan hormon -seperti saat wanita menstruasi. Konsumsi vitamin C dapat mempercepat penyembuhan sariawan, karena sifat vitamin ini membantu memperbaiki jaringan yang rusak.
Sariawan yang tidak kunjung membaik dalam waktu 1minggu perlu dikonsultasikan dengan dokter gigi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit bahaya lainnya seperti kanker mulut.
Anda bisa minum penyegar seperti kaki tiga atau kalau sudah parah untuk pengobatan dengan mkumur dan minum enkasari, pengobatan dengan albotil atau sejenisnya.

Mitos: Untuk mengatasi bau mulut cukup dengan berkumur dengan larut­an penyegar (obat kumur).
Fakta: Tidak benar, bau mulut disebabkan karena perkembang bakteri di dalam gigi atau mulut. Pernahkan anda mencium bau kotoran yang menyangkut di antara gigi anda selama beberapa jam saja? Baunya pasti menyengat ūüôā Apalagi jika kotoran tersebut tinggal selama beberapa hari dan berminggu2 karena berada di daerah gigi anda yg berlubang, selain menimbulkan bau yang tidak sedap bisa dipastikan anda akan mengalami nyeri gusi.

Penggunaan obat kumur hanya bertahan dalam jangka waktu pendek. Bahkan kandungan alkohol pada larutan ini dapat membuat mulut menjadi kering, sehingga bau mulut akan bertambah hebat. Untuk mengatasi aroma tidak sedap pada mulut adalah membersihkan area gigi, gusi, lidah dan rongga mulut. Setelah tuntas, baru lanjutkan dengan obat kumur untuk hasil yang maksimal.

Mitos: Bila gigi patah sebagian dan menyisakan akarnya, diamkan saja.
Fakta: Mungkin Anda sudah tidak punya keluhan lagi, tetapi permasalahan yang Anda alami sebenarnya belum tuntas ter­atasi. Akar yang tertinggal tetap harus dicabut, karena bila didiamkan bisa menjadi sumber infeksi di kemudian hari.

Mitos: Pencabutan gigi tidak boleh saat tekanan darah sedang tinggi
Fakta: Benar, Jika gigi dicabut pada saat tekanan darah sedang tinggi, pendarahan tidak bisa berhenti dan akan membahayakan kese­hatan secara keseluruhan. Pada kondisi pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), pencabutan hanya boleh dilakukan setelah dikonsultasikan oleh dokter spesialis penyakit dalam. Biasanya lebih dahulu pasien akan diberi obat untuk mengendalikan tekanan darahnya.

Mitos: Jika gigi Anda sakit, sebaiknya dicabut saja supaya rasa sakit tidak balik lagi.
Fakta: Tidak benar sepenuhnya, tergantung dari penyebab sakit gigi tersebut. Bisa jadi hanya karena dikarenakan ggi berlubang yang cukup dilakukan penambalan atau bahkan hanya perlu dilakukan pembersihan karang gigi.
hilang/tanggalnya satu gigi saja akan memengaruhi keampuhan daya kunyah. Karena itu keberadaan gigi dalam mulut harus dipertahankan semaksimal mungkin. Pencabutan gigi merupakan pilihan terakhir. Bila gigi Anda sakit, maka perlu dicari sumber masalahnya dan segera lakukan perawatan intensif.

Mitos: Jika gigi sedang sakit tidak boleh dicabut karena bisa menyebabkan rabun bahkan buta.
Fakta: Tidak ada hubungannya, Sakit yang disebabkan oleh adanya lubang pada gigi, bila sampai infeksi, rasa sakitnya memang bisa menjalar sampai area pipi hingga mata. Terutama pada gigi bagian atas.
Masalahnya jika kondisi gigi sedang sakit dilakukan pencabutan efeknya dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa karena gigi dalam kondisi radang ataupun sangat sensitif. Namun pencabutan pada gigi bagian atas memang perlu dilakukan lebih hati-hati karena akar gigi sangat dekat dengan syaraf mata dan bisa mempengaruhi syaraf2 lain yang ada disekitarnya, biasanya kalau tidak yakin dokter akan meminta pasien untuk melakukan rontgen terlebih dahulu, demikian yang disampaikan drg. Yenni MES.
takut berobat gigi bandung
Mitos : Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi.
Fakta : Benar, Perubahan hormonal yang dialami wanita turut mempengaruhi keadaan di rongga mulutnya. Saat menstruasi, terjadi perubahan hormonal yaitu peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang dapat menyebabkan gusi lebih rentan terhadap peradangan.
Meski demikian, pencabutan tetap dapat dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi. Untuk menghindari resiko, pencabutan sebaiknya ditunda hingga minggu terakhir siklus menstruasi (hari ke 22-28) di mana kadar estrogen sedang rendah dan dilakukan pengechekan tekanan darah sebagai pendukung.

Mitos : Ibu Hamil Tidak Boleh Merawat Gigi
Fakta :Tidak benar. Ibu hamil masih bisa merawat gigi dengan rutin membersihkan gigi dari sisa makanan dan plak di gigi, tetapi hindari untuk melakukan tindakan operasi karena dikhawatirkan menimbulkan resiko terhadap kesehatan ibu dan anak.

Jadi… kalau tidak yakin mitos atau bukan, tanyakan saja kepada dokter gigi anda, terima kasih

Apa itu Gigi Bungsu? Bagaimana Penanganannya?

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga atau biasa disebut gigi bungsu yang tumbuh paling terakhir yang berada paling belakang dan baru tumbuh ketika kita mulai beranjak remaja atau dewasa. Usia ketika gigi bungsu tumbuh bervariasi pada setiap orang, dalam rentang usia antara 16 sampai 25 tahun.
Gigi bungsu ini pertumbuhannya sering kali bermasalah, terutama karena gigi tersebut tidak memiliki tempat yang cukup di rahang, mendesak gigi lainnya, sehingga gigi ini tidak dapat tumbuh dengan sempurna. Gigi hanya tumbuh miring ke arah gigi sampingnya, atau bahkan gigi ini tidak akan tumbuh sama sekali di karenakan terbenam pada tulang gusi anda. Keadaan ini sering disebut impaksi gigi.
gigi-bungsu
Bila Anda termasuk salah satu yang mengalami hal ini, tidak disarankan untukterburu-buru mencabut gigi Anda. sebaiknya periksa ke dokter gigi untuk mengetahui pertumbuhan gigi bungsu, tidak seluruhnya menimbulkan masalah.
Efek dari impaksi gigi bermacam-macam, Gigi bungsu yang terimpaksi dapat menimbulkan berbagai keluhan pada penderitanya. Mulai dari masalah gigi berlubang, infeksi jaringan lunak, atau bahkan sakit pada sendi rahang. Gigi atau benih gigi impaksi yang terbenam pada tulang gusi anda juga dapat menyebabkan kista atau tumor pada rahang.

Bila hingga usia 30 tahun Anda tidak mengalami masalah dengan pertumbuhan gigi bungsu Anda, berarti Anda tidak perlu mencemaskannya.

Gigi Bungsu Bermasalah

Gigi bungsu bermasalah ditandai dengan rasa sakit selama pertumbuhannya. Hal ini karena posisinya yang salah dan mendesak gusi serta gigi sebelahnya. Gigi bungsu bermasalah bisa merusak rahang dan syaraf, selain itu bila posisinya tidak karuan, dapat menyebabkan makanan tersangkut ke sela gigi dan tertumpuk di sana.

Hal yang bisa Anda lakukan ketika gigi bungsu bermasalah:

1. Periksa ke Dokter Gigi

Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar bisa mengetahui posisi pertumbuhan gigi ANda. Konsultasikan mengenai gejala yang Anda rasakan dan saran penanganannya.

2. Evaluasi Gigi Anda

Bila Anda tidak merasakan sakit hingga usia 19 tahun pada gigi bungsu Anda, mungkin tidak ada masalah. Namun bila gigi tersebut kembali sakit di usia setelahnya, mungkin sebaiknya kembali dikonsultasikan. Bisa jadi pertumbuhan gigi bungsu mulai mendesak bagian rahang.

3. Memutuskan Mencabut Gigi

Bila gigi Anda ternyata harus dicabut, ada baiknya untuk menyegerakan. Gigi bungsu yang bermasalah dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah seperti nyeri di gusi, gigi bungsu terperangkap selamanya dalam gusi bahkan dapat menyebabkan kista.

Nah, bila gigi bungsu sakit, belum tentu Anda harus mencabutnya. Konsultasikan ke dokter apakah pertumbuhannya mengalami masalah atau tidak. Sebelum melakukan pencabutan, gigi yang terimpaksi perlu difoto rontgen terlebih dahulu untuk memeriksa bentuk dan posisi gigi pada tulang rahang

Tindakan pencabutan gigi bungsu ini biasanya dikategorikan operasi kecil untuk mengangkat gigi impaksi, yang umumnya dilakukan oleh dokter ahli bedah mulut.

Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Memutihkan Gigi Kuning Khusus Perokok

Banyak orang yang sering mengeluh mengapa gigi mereka tetap kuning meski sudah rajin menyikat gigi. Namun, Apakah cara menyikat gigi Anda sudah benar? pasti rata-rata menjawab ya. Tapi kenapa meski rajin menyikat gigi warna gigi tetap kuning dan ternyata keluhan ini banyak dialami oleh para perokok pada umumnya, selain perokok mereka yang hobi meminum minuman berwarna seperti kopi dan teh sangat mempengaruhi warna gigi. Berikut ini beberapa Tips Memutihkan Gigi Kuning Bagi Perokok:

gigi berwarna


Tips Memutihkan Gigi Kuning Bagi Perokok

1. Baking soda

Pemakaian baking soda untuk memutihkan gigi memang diawal terasa aneh tapi akan memberikan hasil dalam waktu beberapa minggu. Caran pemakaiannya adalah dengan taburkan sedikit baking soda di permukaan gigi lalu beri sedikit air dan kemudian sikat gigi secara perlahan dan lembut, lakukan ini sebelum tidur di malam hari.

2. Obat kumur khusus perokok

Menggunakan obat kumur khusus bagi perokok merupakan cara terbaik Jika ingin memutihkan gigi yang kuning, Namun Anda harus menggunakan obat kumur yang memang khusus bagi perokok, Obat kumur ini bisa Anda dapatkan di apotek setempat. Obat kumur ini akan memberikan kenyamanan dimulut. Jadi gunakan obat kumur ini setiap selesai menyikat gigi.

3. Pasta gigi khusus Perokok

Selain obat kumur khusus perokok, Anda juga sebaiknya memakai pasta gigi yang khusus bagi perokok. Penggunaan pasta gigi yang semacam ini akan melindungi dan memutihkan gigi. Jika Anda belum pernah memakai pasta gigi seperti ini sebelumnya, ada baiknya jika mulai sekarang Anda menggunakannya, agar gigi Anda tetap berwarna putih.

4. Pergi ke dokter

Pergi kedokter gigi adalah cara terbaik untuk dilakukan, Karena disana tidak hanya warna gigi Anda yang akan diperhatikan namun juga kebersihan dan kesehatan gigi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Anda harus menjadwalkan waktu check up yakni setiap 3 bulan sekali untuk memastikan jika noda tembakau akan hilang.

5. Makanan yang bisa memutihkan gigi

Berbicara tentang perawatan gigi tentu orang akan spontan berkata ‚Äúperawatan gigi memerlukan biaya yang mahal‚ÄĚ. Tapi ternyata untuk melakukan perawatan gigi ada banyak cara yang bisa dilakukan dan tentunya biayanya tidak mahal. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi 6 jenis makanan ini yang telah diyakini dapat memutihkan gigi secara alami. Berikut ini 6 jenis makanan yang bisa memutihkan gigi:

Buah Strawberi
Buah Apel
Buah Nanas
Brokoli
Kismis
Keju

Nah, itulah tips memutihkan gigi kuning khusus bagi perokok. Semoga bermanfaat……!!!!

Sumber Artikel : http://www.kesehatangigiku.com/tips-memutihkan-gigi-kuning-khusus-perokok/

Dental Whitening/ Pemutihan Gigi, APA SIH?

Sebelum kita membahas mengenai warna gigi, kita harus memahami bagian dari Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi, bagian tersebut terdiri atas:

  • Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras.
  • Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah.
  • Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks.
  • Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi.
  • Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi.
  • Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:
    • Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
    • Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi


Gigi pada awalnya putih agak kekuningan. Dengan berlalunya waktu, gigi kita menjadi tidak lagi seputih waktu masih kecil. Pengeruhan warna gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Merokok dalam jangka panjang menyebabkan gigi berwarna kecoklatan karena residu tar yang menempel di gigi.
  • Penuaan berperan membuat gigi terlihat kuning karena enamel, yang merupakan lapisan luar keras gigi Anda, semakin menipis oleh pemakaian sehingga lapisan dasar gigi yang berwarna kuning semakin tembus pandang.
  • Makanan dan minuman apa pun seperti saos, teh, kopi, coke, dll yang dapat menodai taplak meja, pakaian, atau karpet juga dapat menodai gigi Anda.
  • Jenis-jenis antibiotik tertentu dapat membuat gigi berwarna gelap.

Untungnya, kini kita dapat memutihkan kembali gigi kita melalui layanan dan produk yang banyak tersedia dan terjangkau.

Perawatan pemutihan gigi adalah satu cara untuk mencerahkan warna asal gigi tanpa mengasah enamel, namun ini bukan untuk mengembalikan warna gigi tersebut sepenuhnya. Hydrogen peroxide atau carbamide peroxide merupakan bahan aktif yang sering digunakan dalam produk pemutihan gigi.

Pemutihan gigi termasuk jenis perawatan gigi kosmetik yang sesuai bagi individu tanpa tambalan gigi dan masalah gusi. Dokter gigi umumnya menawarkan dua jenis perawatan, yaitu perawatan di tempat praktek atau perawatan sendiri di rumah dengan perangkat pemutih (whitening kit) yang mereka siapkan secara khusus. Kedua prosedur itu sama-sama menggunakan senyawa berbasis peroksida dengan kadar bervariasi dari 3% sampai 35%.

Peroksida adalah unsur utama yang digunakan sebagai pemutih (termasuk pemutih pakaian). Semakin tinggi konsentrasi peroksida, semakin kuat daya pemutihnya‚Äďnamun, juga lebih berisiko menyebabkan kerusakan pada gusi dan jaringan sekitarnya.

Berikut adalah metode untuk memutihkan gigi Anda:

1. Pemutihan gigi di praktek dokter gigi (in-office whitening)

Pemutihan gigi metode ini diawali dengan pembersihan gigi dan penghapusan plak di sepanjang garis gusi. Setelah gigi bersih, gel peroksida hingga 35% diaplikasikan pada gigi. Selanjutnya, lampu khusus bersinar laser digunakan untuk mengaktifkan gel.

Proses ini biasanya memakan waktu sekitar satu jam, dan memutihkan gigi 10 sampai 14 derajat. Hasil bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang merespon sangat baik sehingga giginya memutih secara dramatis, sedangkan yang lain mungkin membuat perbedaan yang lebih kecil. Dokter gigi Anda dapat memberikan gambaran hasil maksimal yang dapat diperoleh gigi Anda. Dalam kasus-kasus ekstrim, prosedur pemutihan gigi laser mungkin perlu diulang di lokasi noda membandel yang disebabkan oleh obat seperti tetrasiklin.

2. Pemutihan gigi di rumah (home whitening)

Anda dapat memutihkan gigi sendiri dengan peralatan yang diapatkan dari dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan gigi Anda, menyiapkan sebuah cetakan (tray) gigi sesuai ukuran gigi dan kontur rahang Anda,  dan memberikan gel berkadar peroksida antara 10% hingga 15%. Untuk memakainya, Anda cukup mengoleskan gel pada cetakan gigi lalu memasang nampan tersebut di gigi selama beberapa jam setiap malam untuk beberapa hari. Lama penerapan bervariasi, semakin rendah kadar peroksida dalam gel, semakin lama waktu pemakaian yang aman. Metode ini dapat memutihkan gigi 8 sampai 10 derajat. Banyak dokter gigi berpendapat pemutihan gigi metode ini memberikan efek yang bertahan lebih lama.

Efek samping

Pemutihan gigi adalah perawatan yang aman jika prosedurnya diikuti sesuai petunjuk. Namun, seperti halnya semua prosedur perawatan lain, ada potensi efek samping yang perlu dipahami:

  • Sensitivitas.¬†Gigi yang baru diputihkan akan sensitif terhadap perubahan suhu, tekanan dan sentuhan. Hal ini paling mungkin terjadi pada gigi yang diputihkan di dokter gigi, di mana konsentrasi peroksida yang digunakan lebih tinggi. Beberapa orang bahkan merasakan ngilu pada gigi mereka.¬†Sensitivitas ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari.¬†Beberapa dokter gigi merekomendasikan pasta gigi dan gel yang mengandung kalium nitrat untuk gigi sensitif.
  • Iritasi gusi.¬†Gusi dapat mengalami iritasi akibat kontak dengan pemutih berkonsentrasi peroksida tinggi. Namun, iritasi tersebut biasanya hanya terasa dalam beberapa hari dan menghilang setelah proses pemutihan selesai.

Demikian informasi mengenai pemutihan gigi, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi dokter gigi anda.

Penyakit-penyakit Akibat Gusi dan Mulut yang Tak Terawat

 

img
(Foto: thinkstock)

Kesehatan gigi dan mulut sepintas terlihat sepele namun kita harus menyadari juga begitu pentingnya kesehatan gigi dan mulut ini mengapa?
Sebab kondisi kesehatan seseorang juga dapat dilihat dari gusi dan mulutnya. Gusi merah, bengkak, dan berdarah dapat menjadi pertanda penyakit jantung dan diabetes.

Bakteri dari mulut juga dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan peradangan di bagian lain dalam tubuh. Jika tidak diobati, penyakit gusi dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit yang terkait dengan peradangan.

Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai mengenai kesehatan gusi dan mulut seperti dikutip dari WebMD, Senin (14/11/2011):

1. Bakteri dari Mulut Dapat Menyerang Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita penyakit gusi lebih mungkin menderita penyakit jantung daripada orang sehat. Para peneliti tidak yakin mengapa hubungan ini ada.

Satu teori yang masuk akal adalah bakteri dari mulut masuk dalam aliran darah dan menempel pada plak lemak dalam arteri sehingga menyebabkan peradangan dan menyebabkan serangan jantung.

2. Gusi Penyakit dan Diabetes
Diabetes dapat mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi. Gula darah tinggi meningkatkan risiko penyakit gusi. Terlebih lagi, penyakit gusi dapat membuat orang sulit menjaga kadar gula darahnya.

Lindungi gusi dengan menjaga kadar gula darah tetap normal. Sikatlah gigi setiap makan dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang setiap hari.

3. Mulut dan Lidah Kering Penyebab Kerusakan Gigi
Empat juta orang Amerika yang mengalami sindrom Sjögren lebih rentan memiliki masalah kesehatan mulut. Pada sindrom Sjögren, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang saluran air mata dan kelenjar air liur sehingga menyebabkan mata dan mulut sangat kering (xerostomia).

Air liur membantu melindungi gigi dan gusi dari bakteri yang menyebabkan gigi berlubang dan radang gusi. Mulut yang kering lebih rentan terhadap kerusakan gigi dan penyakit gusi.

4. Obat Dapat Menyebabkan Mulut Kering
Antihistamin, dekongestan, obat penghilang rasa sakit, dan antidepresan adalah salah satu obat yang dapat menyebabkan mulut kering. Bicarakan dengan dokter atau dokter gigi untuk mengetahui apakah obat yang akan diminum mempengaruhi kesehatan mulut dan apa yang dapat diperbuat untuk mengatasinya.

5. Stres dan Gigi Gemeretak
Stres, cemas atau depresi nampaknya berisiko tinggi mengganggu kesehatan mulut. Stres menghasilkan tingkat hormon kortisol tinggi yang membuat kekacauan pada gusi dan tubuh. Stres juga menyebabkan orang tidak merawat kesehatan mulutnya.

Lebih dari 50% orang ketika stres jadi tidak rajin menyikat gigi atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang. Hal lain yang berkaitan dengan stres adalah kebiasaan merokok, minum alkohol, dan menggertakkan gigi (bruxism).

6. Osteoporosis Menyebabkan Gigi Tanggal
Osteoporosis atau penyakit rapuh tulang mempengaruhi semua tulang dalam tubuh, termasuk tulang rahang, dan dapat menyebabkan tanggalnya gigi. Bakteri periodontitis penyebab penyakit gusi yang parah juga dapat merusak tulang rahang.

Salah satu jenis obat osteoporosis (bifosfonat) dapat meningkatkan risiko terkena penyakit langka yang disebut osteonekrosis, yaitu matinya tulang rahang.

7. Gusi Pucat Pertanda Anemia
Mulut dapat menjadi pucat jika terserang anemia dan lidah bisa menjadi bengkak dan halus (glossitis). Bila mengalami anemia, tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah atau sel darah merah tidak cukup mengandung hemoglobin. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

8. Gangguan Makan Dapat Mengikis Enamel Gigi
Dokter gigi bisa melihat tanda-tanda gangguan makan seperti bulimia. Asam lambung akibat muntah yang berulang sangat dapat mengikis enamel gigi. Obat pencahar juga dapat memicu pembengkakan di mulut, tenggorokan, dan kelenjar ludah serta bau mulut.

Anoreksia, bulimia, dan gangguan makan lainnya juga dapat menyebabkan kekurangan gizi serius yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi.

9. Sariawan bisa jadi pertanda HIV
Penderita HIV / AIDS umumnya mengalami mengalami sariawan, kutil mulut, lepuh demam, sariawan dan leukoplakia, yaitu bercak putih atau abu-abu pada lidah atau bagian dalam pipi.

Penyakit ini melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam mencegah infeksi. Penderita HIV / AIDS juga dapat mengalami mulut kering yang meningkatkan risiko kerusakan gigi dan dapat membuat mengunyah, makan, menelan, atau berbicara menjadi sulit.

10. Mengobati Penyakit Gusi Dapat Membantu Nyeri Sendi
Penderita rheumatoid arthritis (RA) atau nyeri sendi delapan kali lipat lebih mungkin memiliki penyakit gusi daripada orang normal. Lebih parah lagi, penderita nyeri sendi dapat mengalami kesulitan menyikat gigi dan memebersihkan sela-sela gigi dengan benang karena sendi jarinya rusak.

Namun mengobati peradangan gusi dan infeksi dapat mengurangi nyeri dan peradangan pada sendi.

11. Gigi Tanggal dan Penyakit Ginjal
Orang dewasa tanpa gigi cenderung memiliki penyakit ginjal kronis dibandingkan dengan yang masih memiliki gigi. Hubungan antara penyakit ginjal dengan penyakit gigi dan mulut masih belum sepenuhnya jelas. Namun merawat gigi dan gusi nampaknya dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

12. Penyakit Gusi dan Kelahiran Prematur
Ibu hamil dan memiliki penyakit gusi lebih berisiko memiliki bayi yang lahir prematur dan kecil bobotnya. Hubungan antara dua kondisi tersebut masih kurang dipahami sampai sekarang. Kehamilan dan perubahan hormon juga tampaknya memperburuk penyakit gusi.

13. Tips untuk menjaga Gigi dan Gusi tetap Sehat
Gusi sehat harus terlihat merah muda dan kuat, tidak merah dan bengkak. Untuk menjaga gusi sehat, jaga kebersihan mulut dengan baik.

Sikat gigi setidaknya dua kali sehari, bersihkan sela-sela gigi dengan benang setidaknya sekali sehari, periksa ke dokter gigi secara teratur, dan hindari merokok atau mengunyah tembakau

 

Dikutip dari: Putro Agus Harnowo РdetikHealth