Kira-kira apa ya? Trik dokter gigi anak biar si anak mau diperiksa giginya? Ternyata banyak sekali Trik dan cara lucu Dokter gigi anak supaya pasien kecilnya mau buka mulut. Contohnya saja Ala dokter gigi anak di Amerika sana. Mereka pake masker yang lucu yang membuat si anak nyaman dan riang, di Bandung sendiri belum pernah rasanya ada dokter gigi yang punya masker seperti ini?

masker-lucu

(Walaupun dokternya kesal.. tapi karena tertutup masker terlihat seperti sedang tertawa 🙂

Tentunya dokter anak pasti diajarin cara-cara mengenal psikologi anak. Termasuk dengan dokter gigi anak. Kebayang kan si anak pasti inginnya lari ketakutan waktu melihat peralatan pemeriksaan gigi. Apalagi kalo mendengar dan melihat mesin bor gigi berdengung. hii.. jangankan anak kecil lah saya sendiri juga ngeri. hihi..

Semoga dengan cara- diatas anak-anak ga takut lagi ya untuk pergi ke dokter gigi. Sekalian anak-anak kitapun belajar tentang kesehatan gigi. Juga belajar khasiat dan manfaat merawat dan menjaga kebersihan giginya. Kebanyakan makan yang manis-manis seperti permen, gula-gula dan kue juga membuat gigi anak cepet keropos.

Cara menjaga kesehatan gigi anak usia 3-6 tahun adalah :

  1. Pada usia ini, anak pada umumnya sudah dapat memegang sikat gigi dan dapat menyikat gigi sendiri. Akan tetapi pengawasan Anda tetap dibutuhkan untuk memastikan mereka menyikat giginya dengan benar.
  2. Hal yang paling penting dilakukan adalah menyikat gigi di waktu yang tepat yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam haru sebelum tidur.
  3. Bantu anak Anda dengan memberikan sikat gigi khusus anak dengan bulu sikat lembut. Sikat gigi ini memiliki kepala sikat kecil yang sesuai dengan ukuran mulut anak.
  4. Sikatlah gigi anak Anda dengan pasta gigi berflouride. Lebih baik lagi jika menggunakan pasta gigi khusus untuk anak dengan kandungan fluoride yang sesuai untuk anak serta tersedia dalam pilihan rasa yang disukai anak.

 

Cara Menjaga kesehatan gigi anak usia 6-12 tahun adalah :

  1. Pada usia ini anak sdah dapat menyikat gigi mereka sendiri. Namun mereka tetap perlu bantuan Anda untuk membantu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan benar.
  2. Terapkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malamkepada anak Anda, sebab kebersihan mulut dan gigi sangat penting pada periode ini.
  3. Gunakan sikat gigi khusus
  4. Gunakan pasta gigi dengan jumlah yang tepat.

 

Advertisements

Kenapa Takut ke Dokter Gigi?

Kebanyakan orang sangat menghindari bertemu atau mengunjungi dokter gigi, kecuali kondisinya benar-benar sakit gigi dan sudah tidak bisa ditawar lagi… Jangankan anak kecil hal ini juga terjadi pada orang dewasa, dokter gigi adalah sosok yang menakutkan dan sangat dihindari.

takut ke dokter gigi?

takut ke dokter gigi?


Dari pengalaman saya sharing dengan beberapa pasien yang khususnya mereka yang tinggal di Bandung ada beberapa alasan yang mereka sampaikan, ada beberapa alasan, antara lain:

1. Sakit, kebanyakan jawabannya adalah karena pengalaman yang mereka rasakan bahwa perawatan yang dilakukan dokter gigi adalah sakit, khususnya trauma di masa kecil, takut terhadap alat bius suntik dan bor gigi.

Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan beberapa tips:
– Biasakan anak dari kecil untuk memeriksakan giginya, walaupun sekedar kunjungan singkat, tidak selalu ke dokter gigi ketika harus mencabut gigi atau sakit gigi sehingga harus dilakukan tindakan penambalan. Sehingga anak akan terbiasa dan merasa nyaman jika harus berhadapan dengan dokter gigi.
– Jangan menunda pengobatan gigi sehingga harus dilakukan tindakan, sejak kecil biasakan anak untuk merawat dan menggosok gigi secara rutin dan memeriksakan gigi ke dokter setahun 2x. Sehingga dokter tidak harus melakukan tindakan pengobatan, cukup sampai perawatan.
– Jangan memaksakan anak jika tidak merasa nyaman pergi ke dokter gigi, usahakan beri pengertian dan buatlah permainan simulasi dokter gigi sehingga anak lebih merasa nyaman dan tidak terlalu cemas.
– Tidak semua dokter mempunyai kemampuan komunikasi dan ramah terhadap pasien. Dokter yang baik akan berusaha membangun komunikasi yang baik dan kepercayaan dengan pasien sebelum mengambil tindakan. Pada umumnya dokter wanita lebih disukai karena lebih ramah, walaupun tidak bermaksud mengeneralisasi.

Saat ini teknologi kedokteran gigi sudah cukup banyak penemuan untuk mengurangi rasa sakit dalam pengobatan gigi, mulai dari alat suntik bius khusus gigi yg mengurangi rasa sakit (sitoject), obat bius elektronik sampai dengan pengobatan dengan laser.

2. Biaya, memang tidak bisa dipungkiri biaya pengobatan gigi termasuk mahal, karena sebagian besar adalah tindakan, bukan sekedar pemeriksaan atau konsultasi seperti halnya dokter umum. Tindakan mengunakan alat dan waktu yang cukup lama bagi dokter untuk mengobati pasien, semakin canggih dan lama waktu yang digunakan biaya tentu akan semakin mahal.
Walaupun begitu, kami sangat menyadari hal ini dan berusaha menggunakan harga yang wajar agar bisa tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di kota Bandung. Bukan promosi tetapi menurut beberapa pasien harga di klinik ini relatif “murah” tetapi mereka tetap mendapatkan kepuasan terhadap hasil perawatan yang diberikan.
dokter-gigi-anak
Jadi… tidak perlu takut atau kecemasan berlebihan terhadap dokter gigi, coba kenali dokter gigi atau cari referensi melalui keluarga anda sehingga anda merasa lebih nyaman, atau konsultasikan dahulu masalah gigi anda sehingga anda akan bisa merasakan apakah cukup nyaman atau tidak terhadap dokter gigi yang bersangkutan.

Semoga info ini membantu…
Menjaga lebih baik daripada mengobati… Senyum indah dan sehat sepanjang masa

http://www.dental55.com
http://www.doktergigibandung.com

Tidak Bisa Sembarangan, Hal Ini Perlu Diperhatikan Saat Merawat Gigi Anak

Menjaga kesehatan gigi pada anak pada dasarnya baik dilakukan sejak gigi mulai tumbuh. Orang tua dalam hal ini bertanggung jawab untuk menanamkan kebiasaan menggosok gigi yang baik dengan memberikan contoh pada anak. Saat mengajarkan kebiasaan menggosok gigi pada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti disarankan oleh dokter gigi.

Spesialis gigi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), drg Rina Permatasari, SpKG, mengatakan untuk mengajarkan anak menjaga kesehatan giginya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Orang tua harus mencontohkan menggosok gigi yang benar, pemilihan sikat yang tepat, dan pasta gigi yang sesuai.

“Mengajarkannya itu pakai cermin, jadi si orang tua dan anak menghadap ke cermin jadi anak bisa melihat tuh caranya menyikat yang benar. Sebaiknya sih memang kan sekarang rumah sudah ada westafelnya jadi anak bisa lihat,” kata drg Rina saat ditemui pada peluncuran klinik spesialis gigi baru RSPI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2014).

Cara menyikat yang benar dikatakan oleh drg Rina adalah dengan menyikat seluruh permukaan gigi. Gerakan sikat pada bagian gigi depan dilakukan dengan gerakan menyapu ke atas dan ke bawah dan bagian luar gigi kiri dan kanan dengan gerakan memutar. Tidak lupa gigi bagian dalam juga dibersihkan dengan ujung sikat dan permukaan kunyah gigi dengan gerakan vertikal.

Untuk masalah sikat gigi yang digunakan oleh anak, drg Rina menyarankan untuk menggunakan bulu sikat yang halus dan kepala sikat yang kecil. Struktur gigi dan rahang anak masih belum tumbuh sempurna sehingga harus lebih diperlakukan secara halus.

“Harus disesuaikan dengan mulut anaknya, cari sikat gigi khusus anak yang bisa menjangkau sampai belakang mulut. Jangan sampai anak jadi enek karena menggunakan sikat yang terlalu besar,” tambah drg Rina.

Terakhir adalah terkait penggunaan pasta gigi. Biasanya karena alasan menghemat, anak diberikan pasta gigi yang sama dengan anggota keluarga lain yaitu pasta gigi dewasa. Padahal drg Rina mengatakan kandungan flouride pada pasta gigi dewasa tidak cocok jika digunakan anak.

“Kalau tertelan dan dalam dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek keracunan. Ke giginya juga nanti emailnya malah jadi tidak bagus, kaya berkarat korosif ya. Meski bikin bagus tapi kalau terlalu banyak merusak,” papar drg Rina.

Jika memang anak terpaksa menggunakan pasta gigi dewasa, drg Rina menyarankan agar tidak perlu terlalu banyak cukup dengan ukuran seperti biji jagung.

Sumber: detik.com

Peran Penting Gigi Susu

Foto: Corbis 

Foto: Corbis

 

BETAPA senang melihat gigi geligi si kecil muncul. Gigi susu terawat akan mencegah kelainan pada komposisi gigi.

Merawat gigi susu pada anak ternyata sama pentingnya dengan gigi tetap pada orang dewasa. Tidak benar jika ada anggapan, merawat gigi susu pada anak tidak penting.

Gigi bayi atau gigi susu akan tanggal dalam beberapa tahun. Alasan itu yang sering kali menjadi penyebab kurangnya kesadaran akan perawatan untuk gigi susu. Padahal, gigi susu justru membutuhkan perawatan khusus.

Profesordan Kepala Departemen Kedokteran Gigi Anak Universitas Toronto, Kanada, Dr Michael J Sigal mengemukakan pentingnya perawatan gigi bayi atau gigi susu. Pasalnya, gigi susu akan menahan ruang untuk gigi tetap.

Jika seorang anak kehilangan sebuah gigi akibat lubang gigi, infeksi atau kecelakaan, maka bisa memengaruhi kemampuan menggigit di kemudian hari. Akibatnya, anak membutuhkan perawatan gigi lebih banyak daripada yang seharusnya diperlukan.

“Gigi susu akan menjaga gigi tetap di tempatnya dan akan mendorong normalnya pertumbuhan serta perkembangan kemampuan menggigit seiring pertumbuhan wajah,” ujar Dr Sigal.

Jika ada lubang pada gigi bayi, bisa menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak dirawat dengan benar. Gigi berlubang yang tidak dirawat akan menimbulkan rasa sakit, infeksi, bengkak bernanah pada gigi, dan demam.

Di Indonesia, gigi anakanak umumnya baru lengkap pada usia 3-3,5 tahun. Gigi geligi yang disebut gigi susu tersebut akan tanggal satu demi satu, untuk kemudian digantikan dengan gigi tetap. Jumlahnya sekitar 20 buah, yaitu sepuluh di atas dan sepuluh lagi di bawah.

Menurut spesialis gigi dari Hang Lekiu Medical Center, drg Marianna, gigi susu yang lengkap terdiri atas 8 gigi seri atas bawah, 4 gigi taring atas bawah,4 geraham kecil kanan atas bawah, serta 4 gigi geraham kecil kiri atas bawah.

“Perawatan gigi susu sebenarnya lebih mudah dibandingkan gigi tetap karena lebih sedikit serta lebih mudah untuk orangtua memantau makanan yang dikonsumsi anak,” ujar drg Marianna.

Biasanya, gigi susu rahang bawah lebih dulu timbul daripada gigi susu rahang atas. Gigi susu bayi perempuan pada umumnya timbul lebih awal daripada gigi susu bayi laki-laki.

“Bakal gigi susu sebenarnya terbentuk ketika anak masih di dalam kandungan. Oleh karena itu, kekuatannya tergantung dari asupan gizi, terutama kalsium yang dikonsumsi ibu ketika hamil,” paparnya.

Pergantian gigi susu ke gigi tetap pertama kali dimulai kurang lebih pada usia 6 tahun dan berakhir pada usia kurang lebih 12 tahun.

Salah satu tanda gigi tetap akan tumbuh umumnya didahului oleh goyangnya gigi susu. Hal ini karena akar gigi susu jadi pendek akibat dorongan proses keluarnya gigi tetap (resorbsi). Pergantian tersebut memiliki pola tertentu, biasanya dimulai dari gigi seri tengah, depan, dan bawah.

“Terkadang orangtua kurang memperhatikan, ketika gigi geraham anaknya rusak disangka gigi susu, padahal gigi tetap. Oleh karena itu, perlu dicermati tanggalnya gigi susu yang sudah tergantikan oleh gigi tetap,” papar drg Marianna.

Pencabutan gigi susu yang tidak tuntas atau terlalu keras bisa saja meninggalkan akar gigi atau menyebabkan kapalan pada gusi. Jika hal ini terjadi, maka gigi tetap akan menembus bagian gusi yang lebih lemah yang terletak di bagian belakang atau depan.

“Hal ini bisa menyebabkan gigi gingsul atau monyong ke depan. Tentu saja pertumbuhan gigi seperti ini dapat mengganggu fungsi maupun estetika gigi,” sebut drg Marianna.

 

(sindo//tty)

Tumbuh Gigi pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan

Tumbuh Gigi pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan

 

 

Gigi akan tumbuh pada saat anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun . Anak – anak seringkali menjadi rewel selama beberapa hari , hal ini disebabkan gusinya sakit.

Sakit gigi pada anak – anak yang berhubungan dengan pertumbuhan gigi akibat gigi yang akan tumbuh, bisa menimbulkan pembengkakan pada gusi dan menimbulkan rasa sakit . Beberapa orang tua seringkali merasa cemas pada saat gigi anaknya mulai tumbuh karena takut anak mengalami demam tinggi, rewel dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan . Sebenarnya pertumbuhan gigi pada anak – anak merupakan suatu proses yang normal, ketika usia anak 4 – 6 bulan , gigi susunya mulai terlihat dengan tanda – tanda sebagai berikut :

  • Air liurnya semakin banyak
  • Sering menghisap ibu jari
  • Selalu ingin menggigit sesuatu
  • Menggesek – gesek gusinya
  • Nafsu makan menurun

Pada saat pertumbuhan gigi , orang tua dapat memberikan obat pereda sakit yang mengandung ibuprofen dalam bentuk syrup yang cocok untuk anak – anak. Selain itu berikan anak mainan atau benda yang aman dan bersih untuk digigit atau di kunyak – kunyah .

Gusi anak yang sakit dapat di kompres atau di gosok – gosok dengan tangan yang sudah di cuci bersih .

Tetapi jika anak mengalami gangguan pada gigi atau gusi disertai dengan demam yang terus menerus dan juga terjadi penurunan nafsu makan , segeralah berobat ke dokter .

Oleh karena itu para orang tua perlu mengetahui gejala serta tanda – tanda pertumbuhan gigi susu dan harus menjaga agar gusi bayi tetap bersih .

 

 

 

Beberapa tips untuk perawatan gigi pada anak – anak yaitu :

  1. Jangan biarkan anak – anak mengisap botol berisi susu atau cairan manis pada saat tertidur . Hal ini menyebabkan rongga mulut digenangi cairan yang mengandung gula sehingga gigi bayi beresiko mengalami kerusakan .
  2. Bersihkan gigi anak secara teratur setiap hari dengan lap basah atau sikat gigi khusus untuk anak – anak yang lembut .
  3. Periksakan gigi anak ke dokter gigi secara berkala untuk melihat ada atau tidaknya kerusakan pada gigi anak , sehingga jika ada dapat segera dirawat sebelum gigi anak rusak .
  4. Kalau anak – anak sudah dapat gosok gigi sendiri , bimbing dan bantu supaya dapat menggosok gigi dengan baik .