BERCAK PUTIH PADA GIGI

Bercak putih pada gigi sering menimbulkan gangguan penampilan dan menurunkan rasa percaya diri atau tidak PeDe. Oleh karena itu untuk mengembalikan rasa percaya diri seseorang, bercak putih pada gigi memerlukan terapi meskipun bercak putih bukan merupakan kasus yg membahayakan.

Beberapa kasus bercak putih yg muncul dapar diakibatkan fluorosis gigi, hipoplasia enamel gigi, kerusakan gigi yg buruk dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asam atau manis.

Fluorosis gigi atau white spot atau lesi karies gigi disebabkan oleh proses demineralisasi gigi, yaitu kandungan mineral yang tidak seimbang pada gigi.

Ada beberapa terapi yg dapat kita lakukan dalam menangani bercak putih pada gigi, diantaranya:

1. Fluoride topikal
Mengoles flouride pada gigi, dapat mendorong perkembangan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi.
2. Resin komposit
Seperti menambal gigi, daerah bercak putih yg berlubang diisi dengan resin komposit.
3. Veneer Gigi
Memasangan lapisan tipis pada permukaan gigi untuk menutupi permukaan gigi yg bercak putih.

Yuukss… diperiksa giginya, cari solusi terbaiknya… agar senyum bisa bebas dan semakin sehat.

Sayangi gigi kita ya…

Advertisements

Dental Crown atau Mahkota Gigi

Crown gigi atau dental crown, adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak. Layaknya mahkota, crown gigi berfungsi memperbaiki tampilan dan melindungi gigi dari kerusakan yang lebih parah.

Lapisan enamel gigi memang sangat kuat, namun tetap memiliki batasan. Sehingga tidak jarang timbul kerusakan pada gigi. Selain itu, kerusakan gigi juga dapat disebabkan gigi patah karena terjatuh, menggigit benda terlalu keras, atau benturan saat olahraga.

Kapan Crown Gigi Bisa Dipasang ?

Crown gigi berbeda dengan metode tanam atau implan gigi. Implan gigi merupakan proses penanaman gigi baru sampai akar-akarnya. Sementara crown gigi berfungsi layaknya mahkota yang melindungi gigi dari kerusakan lebih parah. Metode crown gigi dilakukan dengan menutup bagian gigi lama yang rusak atau patah sebagian dengan gigi palsu.

Pemasangan crown gigi bukan semata-mata kosmetik demi mempercantik penampilan diri. Melainkan untuk mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan melindungi gigi yang mulai rapuh.

Metode crown gigi dibutuhkan pada kondisi-kondisi seperti:

  • Gigi yang rusak dan patah.
  • Melindungi dan mendukung susunan gigi keseluruhan dari adanya gigi yang tanggal atau copot.
  • Menahan jembatan antar gigi atau jarak gigi yang bersebelahan dan dipisahkan oleh gigi tanggal agar berada pada posisi yang seharusnya.
  • Mengganti bentuk gigi yang rusak dan gigi yang berubah warna.
  • Melindungi posisi implan gigi.

Proses Pemasangan Crown Gigi

Crown gigi memiliki material pembuatan yang bermacam-macam seperti logam, baja nirkarat, keramik atau porselen, campuran tembikar-logam, dan resin (getah tumbuhan). Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Konsultasi kepada dokter gigi untuk menentukan jenis crown yang tepat.

Untuk pemasangan crown gigi, dokter gigi umumnya akan memasang crown gigi setelah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Termasuk melakukan pemeriksaan foto Rontgen untuk mengetahui kondisi akar gigi dan dan tulang di sekitar gigi. Jika ditemukan kerusakan gigi yang parah atau risiko infeksi pada akar gigi, maka dokter akan terlebih dulu melakukan perawatan saluran akar.

Crown gigi dibuat dengan mencetak sesuai dengan kondisi gigi. Sebelumnya, dokter akan menggunakan anastesi atau pembiusan di sekitar gigi dan jaringan gusi. Dokter akan menyesuaikan kondisi gigi dengan rencana pemasangan crown gigi.

Dari cetakan yang telah dibuat, umumnya crown gigi akan selesai sekitar 2-3 minggu kemudian. Sementara itu, dokter akan memberikan crown gigi sementara untuk melindungi gigi.

Pada sesi selanjutnya, dokter gigi akan mencabut crown gigi sementara lalu memeriksa kecocokan crown gigi permanen. Jika sudah sesuai, maka dokter akan kembali menggunakan anastesi pada gigi sambil memasang crown gigi.

Risiko Efek Samping

Pemasangan crown gigi tidak dapat menghindarkan gigi dari penyakit dan kerusakan jika malas merawat kesehatan gigi. Sejumlah efek samping pemasangan crown gigi dapat menyebabkan kondisi-kondisi berupa:

  • Merasa tidak nyaman, juga sensitif pada saat merasakan panas atau dingin. Untuk mengatasi ini, dokter dapat memberikan saran pasta gigi khusus gigi sensitif. Jika masalah disebabkan posisi crown gigi yang tidak tepat, konsultasi ke dokter untuk memperbaikinya.
  • Crown gigi bisa retak dan pecah. Solusi yang dapat dilakukan ialah menggunakan pelindung gigi saat tidur malam jika sering mengertak-ngertakkan gigi.
  • Gigi yang diberi crown tetap dapat mengalami gigi berlubang yang menyimpan risiko penyakit. Sikat gigi dengan pasta gigi minimal dua kali sehari dan menggunakan benang khusus untuk membersihkan gigi.
  • Crown gigi lepas dari posisi awal terutama karena akar gigi sudah goyah. Konsultasi kepada dokter mengenai kondisi tersebut dan kemungkinan dilakukannya pencabutan gigi atau implan gigi.
  • Reaksi alergi pada material logam atau porselen, walau kondisi ini sangat jarang terjadi.
  • Muncul garis hitam pada gusi yang dipasang crown gigi. Kondisi ini umum terjadi pada crown dengan bahan campuran porselen dan logam. Walau tidak membahayakan kesehatan gigi, garis hitam akan merusak penampilan gigi.

Perawatan Crown Gigi

Crown gigi yang telah dipasang rata-rata dapat bertahan cukup lama. Kualitas crown gigi sangat bergantung pada merawat kesehatan gigi dengan baik dan benar yang dilakukan Hindari kebiasaan yang dapat merusak gigi seperti suka menggeretak gigi, mengunyah es batu, menggigit kuku jari atau membuka kemasan makanan dengan gigi.

Hal-hal yang umumnya disarankan oleh dokter gigi ketika crown gigi baru dipasang adalah:

  • Mengunyah menggunakan gigi pada sisi mulut yang tidak terkena pemasangan crown gigi.
  • Menghindari konsumsi jenis-jenis makanan kenyal dan lengket di mulut seperti permen jelly, permen karet atau karamel.
  • Hati-hati saat sikat gigi dan flossing. Saat flossing, hindari menarik benang ke atas yang dapat melepaskan crown gigi.

Tarif pemasangan crown gigi bervariasi, tergantung permilihan rumah sakit atau dokter dan material crown. Sebelum berniat menjatuhkan pilihan kepada crown gigi, sebaiknya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai prosedur dan hasilnya dari dokter gigi dan rumah sakit yang dapat dipercaya.

Karang Gigi dan Pembersihannya (scalling)

Banyak orang mengalami keluhan karena gigi terlihat kuning dan bau mulut, dan sebagian besar disebabkan karena perawatan gigi yg tidak baik dan timbulnya karang gigi.

Karang gigi, atau yang biasa disebut kalkulus di dunia kedokteran gigi, adalah tumpukan plak yang telah termineralisasi kemudian menempel dan mengeras pada gigi.

Biasanya gigi memiliki kemampuan untuk membersihkan diri melalui saliva, tetapi pada gigi yang sudah terbentuk karang gigi, kemampuan ini menurun sehingga dibutuhkan perawatan tambahan untuk membersihkan gigi.

Idealnya, pembersihan karang gigidilakukan setiap enam bulan sekali, sama seperti memeriksa gigi. Ketika kemampuan gigi untuk membersihkan diri menurun, besar kemungkinan bakteri akan lebih mudah menempel pada karang gigi dan menjadi penyebab timbulnya karies gigi.

Jika gigi sudah mulai berlubang dan tidak segera ditangani, maka kerusakan yang ditimbulkan bisa menjadi lebih parah, dan dibutuhkan untuk mencabut gigi.