Waspadai Kelainan Gigi Anak

Apa yang harus diperhatikan dan diwaspadai mengenai susunan Gigi pada anak kecil?

Seperti yang telah ditunjukkan oleh Dr. German Ramirez-Yañez, dalam populasi tertentu hingga 90% anak-anak memiliki beberapa bentuk maloklusi

dan seperti yang dia katakan sebelumnya, kebiasaan yang mengarah pada maloklusi akan dipertahankan sampai remaja.

Jika Anda tidak yakin apa yang harus diwaspadai pada anak-anak, ini adalah infografik praktis yang saya temukan online yang mungkin bisa membantu.
Ini juga berguna jika Anda dapat menyaring mereka untuk fungsi yang salah, jadi tanyakan kepada orang tua jika mereka melihat anak mereka tidur dengan mulut terbuka, apakah mereka memiliki masalah sinus, asma, alergi dll dan ketika Anda menonton anak itu, apakah mereka menelan oleh mengisap bibir mereka ke dalam?

Semakin dini Anda dapat menangani masalah, semakin mudah untuk memperbaikinya dan semakin besar manfaatnya bagi pasien, terutama selama masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting ini.

Menjaga kesehatan dan kerapihan gigi sejak dini sangat penting. Beruntung saat ini ada banyak kemajuan teknologi termasuk dalam kedokteran gigi. Salah satunya adalah merapihkan gigi tanpa kawat gigi atau behel.

Anda yg di bandung punya masalah dengan gigi anak anda? Periksakan ke dokter gigi kami, hub CS 0822 160 100 22 🙂

Advertisements

Merapikan Gigi Tanpa Kawat Gigi / Behel

Sejak tahun 1989 Myofunctional Research Co (MRC) telah mengembangkan alat lebih efektif dalam masalah orthodonti. Alat ini dirancang tidak hanya untuk merapikan gigi, tapi juga merawat susunan gigi yang tidak rapi dengan mengkoreksi kebiasaan buruk seperti bernafas melalui mulut, mendorong lidah dan pola penekanan yang tidak benar.

Sejak tahun 1989 Myofunctional Research Co (MRC) telah mengembangkan alat lebih efektif dalam masalah orthodonti. Alat ini dirancang tidak hanya untuk merapikan gigi, tapi juga merawat susunan gigi yang tidak rapi dengan mengkoreksi kebiasaan buruk seperti bernafas melalui mulut, mendorong lidah dan pola penekanan yang tidak benar.
“Tidak seperti orthodonti tradisional yang memerlukan pencabutan dan pemakaian retainer setelah perawatan. Tujuan utama dari MRC untuk pencapaian susunan gigi secara alami dan selesai perawatan tidak perlu memakai retainer dan tidak ada pencabutan gigi. Selain merawat gigi yang tidak rapi juga meningkatkan kesehatan umum dari anak-anak untuk pencapaian potensi genetic maksimum,”tegasnya.


Pada anak usia 6 hingga 10 tahun, lanjut drg Doris, gigi permanen tetap pertama kali tumbuh. Pada saat tumbuh itu, gigi bisa menjadi tidak teratur dan pertumbuhan rahang tidak sejajar. Kebiasaan mengisap ibu jari merupakan penyebab susunan gigi yang tidak rapi dan pertumbuhan wajah.
“Penelitian telah menunjukan bahwa pemakaian kawat gigi dan pencabutan tidak menyelesaikan masalah dan lebih baik melakukan perawatan secara dini. Kebiasaan buruk ini sangat mudah diterapi pada saat masa pertumbuhan. Mengkoreksi pertumbuhan alami dan susunan gigi yang baik,”tandasnya.
Masih kata Drg Doris, waktu perawatan dapat berbeda pada setiap anak tergantung pada adaptasi biologi sebagian pasien. Untuk keberhasilan perawatan dengan Myobrace alat ini harus dipakai 1 hingga 2 jam sehari dan pada saat mau tidur wajib untuk tetap dipakai.
“Pergerakan dari lidah, pipi, bibir menentukan posisi pertumbuhan gigi. Pertumbuhan wajah yang benar tergantung pada pergerakan yang benar dan pola bernafas,”tegasnya.
Karenanya, MRC telah mempelopori pengunaan alat untuk mengkoreksi kebiasaan buruk anak-anak pada masa pertumbuhan dan telah terbukti sukses mengkoreksi masalah orthodonti tanpa pemakaian kawat gigi. Perawatan ini juga dapat mengkoreksi perkembangan wajah yang lebih baik pada masa pertumbuhan anak-anak.


“Tujuan dari perawatan ini untuk mengkoreksi posisi bibir dan fungsi lidah, bernafas lewat hidung dan melatih otot-otot pada fungsi yang benar. Myobrace adalah melatih lidah pada posisi yang benar pada rahang atas, melatih otot-otot dan memberikan tekanan untuk merapikan susunan gigi. Sehingga setelah usai perawatan gigi selalu tertutup rapat, kecuali pada saat bicara dan makan. Bernafas dengan hidung untuk membantu pertumbuhan rahang atas dan bawah dan mencapai gigitan yang benar. Kemudian tidak ada kegiatan atau aktifitas pada saat menelan, termasuk memperbaiki susunan gigi dan memperbaiki perkembangan wajah.

sumber: https://www.metrokampung.com/2017/09/merapikan-gigi-tanpa-kawat-gigi.html