Mengatasi Kelainan Gigi Anak

Keadaan gigi geligi yg berjejal pada anak2, akan membuat penampilan anak menjadi terganggu, dan sering sekali membuat para ibu menjadi cemas dan muncul pertanyaan? “Apakah bisa diperbaiki? Bagaimana memperbaikinya? Apakah ada hubunganya dengan usia pertumbuhan?Kapan waktu yang tepat untuk memulai perawatan? Dan pertanyaan lainnya”

Proses Pertumbuhan Gigi Anak

Pada anak, usia 6 sampai 9 tahun, merupakan masa pergantian gigi. Gigi geligi permanen mulai bergantian tumbuh seiring dengan gigi geligi susu bergantian tanggal. Inilah yang disebut fase geligi campuran (Mixed Dentition). Hingga nanti pada usia dewasa muda geligi akan erupsi lengkap sebanyak 14 gigi di rahang atas dan 14 gigi di rahang bawah. Inilah yang disebut dengan fase gigi tetap (Permanen Teeth). Dan setelah itu baru disusul dengan geligi permanen yang terakhir erupsi yaitu gigi molar ke-3 atau geraham terakhir pada usia sekitar 20 tahun.

Adalah masih dalam batas kewajaran bila gigi seri susu anak-anak di rahang bawahnya goyang lalu dibelakangnya terdapat gigi permenen seri yang muncul. Pada beberapa kasus hal ini tidak perlu dicemaskan karena dengan beradaptasi dengan lidah gigi permanen seri yang tumbuh dibelakang gigi seri susu akan menata dengan sendirinya menempati tempat gigi susu serinya. Langkah yang diperlukan adalah bila ada tanda ini adalah segera mencabut gigi seri susu tersebut dengan bantuan dokter gigi.

Berbeda dengan kondisi gigi susu seri rahang atas dan semua gigi geraham baik di rahang atas atau di rahang bawah apabila goyang namun gigi permanen tidak tepat tumbuh sesuai dengan tempat gigi susunya maka inilah yang perlu dicermati. Karena hal ini menunjukkan adanya kelainan susunan gigi mulai yang ringan maupun parah.

Pada kondisi yang ekstrim gigi permanen sudah tumbuh tanpa didahului adanya tanda gigi susu yang goyang. Sehingga letaknya gigi permanen agak jauh dari gigi susunya yang akan digantikan. Inilah yang disebut kelainan letak salah benih. Atau gigi susu telah tanggal lama hampir 1 tahun namun gigi permanen belum juga erupsi. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus!

Pada beberapa kasus pada usia mulai pergantian geligi yaitu 7 tahun juga sudah diikuti dengan kelainan skeletal tulang rahang seperti salah satu rahang lebih maju, atau kedua rahangnya dan kelainan asimetris tulang rahang. Dominasi faktor pencetus kelainan susunan gigi memang adalah kelainan genetika atau menurun, misalkan karena orang tuanya juga mengalami kelainan yang sama, maka anaknya bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan.

Namun adanya kebiasaan jelek yang dilakukan seorang anak akan dapat menimbulkan kelainan susunan gigi atau meperparah kelainan susunan gigi tersebut. Seperti kebiasaan menghisap ibu jari, menggigit pensil atau benda pada gigi depan, cara menelan makanan yang salah, bernafas lewat mulut, pemakaian dot susu yang lama, kondisi gigi susu yang banyak berlubang dan atau gusi yang beradang sehingga rahang mencari posisi yang enak saat mengunyah dan adanya tanggal prematur gigi susu.

Jadi usia efektif untuk mencermati kelainan susunan adalah usia 6 sampai 9 tahun dimana pada usia ini geligi permanen telah banyak yang tumbuh dan kelainan sudah mulai jelas terlihat. Sehingga usia ini adalah usia yang tepat untuk memulai membiasakan diri untuk memeriksakan dan merawat gigi. Jadi jangan biarkan susunan gigi yang bermasalah hingga menunggu usia dewasa baru dilakukan tindakan perawatan. Justru perawatan kelainan susunan gigi akan lebih mudah diatasi pada saat usia anak-anak dan remaja, dengan memanfaatkan faktor pertumbuhan. Namun bukan berati kelainan susunan gigi pada usia dewasa dan lanjut tidak dapat diatasi.

Beberapa kasus kelainan susunan gigi usia anak-anak remaja yang ringan akan dapat diselesaikan dengan perawatan removable orthodontic appliance atau alat ortodonsi lepasan.

Namun bila kasus telah parah pada usia anak-anak dan remaja akan dilakukan perawatan fixed orthodontic appliance (bracket) atau yang lazim disebut behel dan sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi spesialis Orthodontis.

Advertisements

Proses Pemasangan Kawat Gigi/ Behel

Proses pemasangan Behel atau kawat gigi atau dalam istilah kedokteran gigi disebut braces, memang cukup memakan waktu dari awal pemeriksaan biasanya kurang lebih1-2 minggu barulah pemasangan behel tersebut baru bisa dilakukan dan butuh beberapa bulan sampai beberapa tahun pemakaian kawat tergantung dari kasus dan sistem braces yang digunakan dan selama proses perawatan harus rajin kontrol untuk memantau pergerakan gigi yang terjadi.

orthodontist

orthodontist


Perawatan behel atau kawat gigi ini banyak ditemukan di Kota Bandung dengan banyaknya mahasiswa dan anak2 muda yang menjadikan pemakaian behel ini sebagai trend, walaupun fungsi utama dari pemakaian kawat gigi ini adalah untuk memperbaiki kondisi gigi dan dilakukan oleh dokter gigi yang ahli di bidangnya yaitu orthodontis atau yang bersertifikat.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk dilakukan perawatan dengan behel atau kawat gigi, diantaranya:
– Kondisi gigi yang tidak rapih atau berjejal
– Kondisi Gigi yang renggang
– Gigi rahang bawah maju / cameh
– Gigi rahang atas maju / tongos
– Kesulitan mengunyah karena gigi tidak kontak
– Dan sebagainya

Ada beberapa tahapan atau proses dalam pemasangan behel :

1. Pemeriksaan visual, biasanya dilakukan pencetakan gigi awal dan pengambilan foto rontgen
2. Perawatan pendahuluan, Seluruh gigi pasien dicek kembali biasanya kami usulkan untuk dilakukan scaling karena ini adalah perawatan jangka panjang dan memeriksa jika ada kondisi gigi yg berlubang.
3. Diagnosa dan strategi perawatan, dari hasil pemeriksaan awal dan analisa visual maka dokter akan menentukan perawatan yang akan dilakukan sesuai dengan kasus masing-masing pasien, perlu dilakukan pencabutan atau tidak, jenis kawat yang akan digunakan, sistem penjangkarannya, dll.
4. Pemasangan braket, Pertama, gigi akan diberikan perekat UV (UV adhesive). Lip stretcher tetap dalam kondisi terpasang agar bahan perekat tak tersentuh bibir dan lidah. Braket metal segera dipasang, kemudian direkatkan menggunakan UV curing light yang berfungsi untuk membuat bahan perekat dan cement menempel sempurna pada gigi.
Proses pemasangan braket ini biasanya 1,5-2 jam

behel

behel


5. Pemasangan kawat (arch wire), Jenis kawat dan ketebalan yang digunakan tidak sama untuk semua kasus gigi dan pada tahapan / proses yang akan dijalani, jenis kawat yang digunakan biasanya nickel-titanium archwire atau kawat niti.
Dilanjutkan dengan pemasangan elastic chain atau karet gigi, warna tergantung selera pasien.
6. Proses perawatan kawat gigi, 2 proses penting yg harus dialami/dilakukan pasien yaitu:
– Proses Adaptasi, Kondisi paling tidak nyaman adalah 1 minggu pertama, mulut terasa kering dan sariawan karena ada benda asing(behel) di mulut. penyesuaian cara menggigit dan cara makan, berbicara masih sulit dan susah untuk tersenyum lebar-lebar. Setelah 1 bulan, berangsur-angsur bicara menjadi normal kembali dan sariawan menghilang
– Kontrol rutin, Seperti sudah disampaikan di awal, perawatan ini adalah perawatan jangka panjang, adi harus bersabar, menjaga pola makan, menjauhi pantangan, rajin membersihkan gigi dan kumur dengan mouthwash dan rajin kontrol setiap bulan, untuk melihat perkembangan pergeseran gigi.
7. Pelepasan behel dan pemasangan retainer, untuk menormalisasi gigi, sehingga posisi gigi tidak lagi bergerak/ berubah.
behel

behel


Walaupun memakan waktu yang cukup lama, tapi pengorbanan yang dilakukan selama beberapa bulan tersebut biasanya terobati dengan perubahan penampilan dan gigi yang indah.

Dental55 – Bandung