Memutihkan Gigi Kuning Khusus Perokok

Banyak orang yang sering mengeluh mengapa gigi mereka tetap kuning meski sudah rajin menyikat gigi. Namun, Apakah cara menyikat gigi Anda sudah benar? pasti rata-rata menjawab ya. Tapi kenapa meski rajin menyikat gigi warna gigi tetap kuning dan ternyata keluhan ini banyak dialami oleh para perokok pada umumnya, selain perokok mereka yang hobi meminum minuman berwarna seperti kopi dan teh sangat mempengaruhi warna gigi. Berikut ini beberapa Tips Memutihkan Gigi Kuning Bagi Perokok:

gigi berwarna


Tips Memutihkan Gigi Kuning Bagi Perokok

1. Baking soda

Pemakaian baking soda untuk memutihkan gigi memang diawal terasa aneh tapi akan memberikan hasil dalam waktu beberapa minggu. Caran pemakaiannya adalah dengan taburkan sedikit baking soda di permukaan gigi lalu beri sedikit air dan kemudian sikat gigi secara perlahan dan lembut, lakukan ini sebelum tidur di malam hari.

2. Obat kumur khusus perokok

Menggunakan obat kumur khusus bagi perokok merupakan cara terbaik Jika ingin memutihkan gigi yang kuning, Namun Anda harus menggunakan obat kumur yang memang khusus bagi perokok, Obat kumur ini bisa Anda dapatkan di apotek setempat. Obat kumur ini akan memberikan kenyamanan dimulut. Jadi gunakan obat kumur ini setiap selesai menyikat gigi.

3. Pasta gigi khusus Perokok

Selain obat kumur khusus perokok, Anda juga sebaiknya memakai pasta gigi yang khusus bagi perokok. Penggunaan pasta gigi yang semacam ini akan melindungi dan memutihkan gigi. Jika Anda belum pernah memakai pasta gigi seperti ini sebelumnya, ada baiknya jika mulai sekarang Anda menggunakannya, agar gigi Anda tetap berwarna putih.

4. Pergi ke dokter

Pergi kedokter gigi adalah cara terbaik untuk dilakukan, Karena disana tidak hanya warna gigi Anda yang akan diperhatikan namun juga kebersihan dan kesehatan gigi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Anda harus menjadwalkan waktu check up yakni setiap 3 bulan sekali untuk memastikan jika noda tembakau akan hilang.

5. Makanan yang bisa memutihkan gigi

Berbicara tentang perawatan gigi tentu orang akan spontan berkata “perawatan gigi memerlukan biaya yang mahal”. Tapi ternyata untuk melakukan perawatan gigi ada banyak cara yang bisa dilakukan dan tentunya biayanya tidak mahal. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi 6 jenis makanan ini yang telah diyakini dapat memutihkan gigi secara alami. Berikut ini 6 jenis makanan yang bisa memutihkan gigi:

Buah Strawberi
Buah Apel
Buah Nanas
Brokoli
Kismis
Keju

Nah, itulah tips memutihkan gigi kuning khusus bagi perokok. Semoga bermanfaat……!!!!

Sumber Artikel : http://www.kesehatangigiku.com/tips-memutihkan-gigi-kuning-khusus-perokok/

Advertisements

Rokok dan Gigi

Berbagai posting dan artikel mungkin susah banyak yang mengulas tentang rokok dan bahaya yang ditimbulkan. namun disini sayang ingin mengulas efek rokok khusu terhadap kesehatan mulut dan gigi. semuga bermanfaat dan selalu mohon saran dan kesan agar postingan ini makin sempurna.

mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab, karena rokok dihisap melalui mulut ( saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa?

Secara umum kita mengetahui rokok yang ada di Indonesia ada 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ” tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat” kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan.

Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
3. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
5. Berubahnya jaringan” dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.

Sumber: kesehatan gigi.blogspot.com