BERCAK PUTIH PADA GIGI

Bercak putih pada gigi sering menimbulkan gangguan penampilan dan menurunkan rasa percaya diri atau tidak PeDe. Oleh karena itu untuk mengembalikan rasa percaya diri seseorang, bercak putih pada gigi memerlukan terapi meskipun bercak putih bukan merupakan kasus yg membahayakan.

Beberapa kasus bercak putih yg muncul dapar diakibatkan fluorosis gigi, hipoplasia enamel gigi, kerusakan gigi yg buruk dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asam atau manis.

Fluorosis gigi atau white spot atau lesi karies gigi disebabkan oleh proses demineralisasi gigi, yaitu kandungan mineral yang tidak seimbang pada gigi.

Ada beberapa terapi yg dapat kita lakukan dalam menangani bercak putih pada gigi, diantaranya:

1. Fluoride topikal
Mengoles flouride pada gigi, dapat mendorong perkembangan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi.
2. Resin komposit
Seperti menambal gigi, daerah bercak putih yg berlubang diisi dengan resin komposit.
3. Veneer Gigi
Memasangan lapisan tipis pada permukaan gigi untuk menutupi permukaan gigi yg bercak putih.

Yuukss… diperiksa giginya, cari solusi terbaiknya… agar senyum bisa bebas dan semakin sehat.

Sayangi gigi kita ya…

Advertisements

Whitening / Bleaching Gigi 2015

Hi… 55-ers, Tak terasa sudah, kita menuju akhir tahun 2015

kami hanya menawarkan perawatan khusus kosmetik gigi yaitu whitening /bleaching

Dental Whitening

Perawatan pemutihan gigi adalah satu cara untuk mencerahkan warna asal gigi tanpa mengasah enamel, namun hasil tergantung dari kondisi dan penyebab warna gigi tersebut.
Perawatan whitening minimal 2x kehadiran, karena perlu tahap persiapan: Rp. 1.850.000 (Normal Rp. 2.500.000 sudah termasuk persiapan/ scalling) plus paket perawatan Rp. 300.000,- agar warna tetap terjaga.

whitening gigi bandung

whitening gigi bandung

Kesempatan terbatas, setiap sesi (pagi/sore) dibatasi hanya 2-4 orang pasien/hari.

-Pelayanan ini berlaku dari tanggal 15 Okt 2015 – akhir tahun 2015
-Setiap pasien wajib mendaftarkan diri, satu hari sebelumnya ke bagian registrasi atau telp. 022 2917 29 308

gigi putih bersinar

gigi putih bersinar

Senyum sehat, selamanya…
Dental 55 – Bandung

Menjaga Hasil Whitening Supaya Gigi Putih Lebih Tahan Lama

Bleaching/Whiteniing, Bandung, Okt 2015

Artikel ini melengkapi artikel sebelumnya “dental-whitening-pemutihan-gigi-apa-sih”  dan karena ada beberapa pertanyaan dari pasien yang telah melakukan whitening/bleaching, mengapa warna gigi tdak seputih waktu awal setelah dibleaching atau kembali ke warna gigi sebelumnya?

6aac9-memberihkan2bgigi

Sebelumnya kami akan kembali membahas sedikit, kenapa warna gigi bisa berubah atau tidak seputih yang kita inginkan?

Secara umum penyebab perubahan warna gigi ada dua yaitu diskolorisasi ekstrinsik dan diskolorisasi intrinsik.  Diskolorisasi ekstrinsik adalah perubahan yang terjadi pada permukaan luar gigi. Perubahan ini disebabkan minum minuman yang berkepanjangan seperti teh, kopi dan wine.

Sementara diskolorisasi intrinsic adalah perubahan warna yang mengenai bagian dalam struktur gigi selama masa pertumbuhan gigi. Umumnya perubahan warna terjadi di dalam dentin sehingga relative sulit dirawat secara eksternal.  Perubahannya terjadi karena noda-noda yang timbul akibat endogen,baik local maupun sistemik. Perubahan warna intrinsic sesudah gigi erupsi disebabkan perdarahan akibat trauma, kesalahan prosedur perawatan gigi, dekomposisi jaringan pulpa, pengaruh obat-obatan dan pasta pengisi saluran akar, serta pengaruh bahan-bahan restorasi.  Penggunaan obat kumur chlorhexidine secara berlebihan juga bias menyebabkan perubahan warna gigi.

Dengan proses Whitening atau Bleaching dengan Power bleaching yang dilakukan di klinik pada dasarnya adalah teknik dental whitening menggunakan bahan pemutih gigi berkonsentrasi tinggi dan membutuhkan waktu 2-4 jam dalam proses pemutihannya. Meski teknik ini cepat, tetapi aman dan minim efek samping..
Meski terbilang aman, efek negative yang mungkin timbul adalah rasa sensitif, rasa ini akan hilang setelah treatment selesai.

senyum sampai akhir

senyum sampai akhir

Pertanyaan selanjutnya apakah hasil whitening ini / bleaching ini akan bertahan lama? Jawabannya bisa ya dan tidak dan tergantung dari cara pasien merawat gigi tersebut. Untuk daerah Bandung, pada umumnya umur warna gigi dapat bertahan 3 bulan sampai 2 tahun bahkan lebih.

Menurut Dokter Yenni, Ada beberapa hal seperti sudah diuraikan di atas yang bisa mengubah warna gigi:

  1. Makanan dan minuman yang berwarna seperti teh, kopi dan makanan/minuman lain yang mengangdung zat warna yang dapat menyerap ke dalam pori2 gigi. Jika dalam frekuensi yang cukup sering maka pasti akan menimbulkan efek pada pewarnaan gigi.
  2. Perawatan gigi yang baik, artinya setiap hari setelah makan, pasien bleaching dianjurkan untuk menggosok gigi minimal 2-3 kali sehari setelah makan, karena cukup efektif untuk menghindari zat warna yang ada di makanan atau minuman untuk menyerap ke dalam pori2 gigi.
  3. Perawatan rutin dan kontrol ke dokter gigi secara berkala, sesuai anjuran perawatan gigi pada umumnya, setiap 6 bulan sekali, setiap orang dianjurkan untuk melakukan perawatan pembersihan karang gigi untuk menghilangkan noda dan bibit karang gigi yang mulai tumbuh.
  4. Penggunaan pasta gigi spesial, yang diproduksi khusus untuk membantu menyehatkan email dan mempertahankan warna gigi tetap putih. Hal ini cukup efektif mempertahankan warna gigi cukup lama  berdasarkan pengalaman beberapa pasien yang telah melakukannya.

senyum sehat dan gigi kuat

senyum sehat dan gigi kuat


Untuk memberikan perawatan yang lebih baik lagi, kami saat ini juga sedang mencoba membuat paket peawatan khusus untuk menjaga hasil bleaching agar tetap tahan lama dan menambah rasa percaya diri pasien dan pelanggan kami…

Terima kasih, senyum yang sehat akan membuat kita semakin percaya diri…

Dental 55 – Bandung

Veneer: Perawatan Kosmetik Gigi

Veneer…

Kalau bicara perawatan kosmetik gigi, selain perawatan kawat gigi, akhir-akhir ini masyarakat banyak mendengar istilah “veneer”, terutama setelah banyak kalangan artis banyak melakukan perawatan ini untuk memperindah dan mempercantik penampilan mereka.
“Veneer sekarang memang lagi booming karena banyak artis yang pakai. Kita bisa lihat, seperti misalnya, Andien, Olla Ramlan, Ashanti, banyak sekali yg sedang pakai veneer. Kalau di luar (negeri) udah common banget.

veneer gigi bandung

veneer gigi bandung

Veneer gigi adalah lapisan tipis material yang ditempel permanen di permukaan gigi, tujuannya bermacam-macam, bisa untuk mendapatkan warna gigi yg lebih baik, merapihkan tampilan gigi, memperbaiki bentuk gigi, dan sebagainya. Analogi mudahnya seperti pemasangan kuku palsu, lapisan tersebut sangatlah tipis setipis cangkang telur.

Ada dua jenis Veneer, yaitu Veneer Komposit dan Veneer Porselen. Perbedaan pada kedua jenis Veneer ini terletak pada tingkat keawetan, dimana Veneer Porselen lebih kuat dan tahan lama dibandingkan Veneer Komposit. Dan juga, Veneer Porselen menawarkan warna yang lebih alami dan bening.

1. Veneer Komposit (composite veneer)

biasanya dapat dilakukan hanya dalam 1x pertemuan (direct veneer) dan jauh lebih murah daripada veneer porselen pada umumnya. Prosesnya adalah dengan melapisi gigi dengan material semen komposit dan membentuknya sesuai dengan struktur gigi eksisting ataupun bentuk gigi yang diinginkan.
Dibandingkan dengan veneer porcelain, veneer composit gigi harus lebih dijaga dan menghindari makanan yg keras dan makanan ataupun zat2 yang berwarna dan dapat mempengaruhi warna gigi.

Veneer komposit sangat ideal untuk gumpil kecil, karena perawatan ini mempertahankan lebih banyak struktur gigi alami Anda.

Keunggulannya:
-Permukaan email gigi yang diasah lebih sedikit
-Dapat dibuat langsung di mulut pasien
-Lebih mudah diperbaiki bila rusak
-Lebih ekonomis

veneer porcelaine

veneer porcelaine


2. Veneer Porselin (Porcelain Composite)
Prosedur laminasi veneer porselen memerlukan ketelitian dan memakan waktu, minimal harus 2x pertemuan (Indirect veneer). Gigi harus dicetak terlebih dahulu kemudian dibuatkan material porselin nya baru dipasangkan ke gigi pasien, tetapi hasilnya bisa sangat sepadan lebih kuat dan lebih tahan lama dibandingkan restorasi resin komposit.

Veneer Porselen merupakan alternatif yang sangat baik untuk mahkota dalam banyak situasi. Mereka menyediakan pendekatan yang lebih konservatif untuk mengubah warna gigi, ukuran, atau bentuk. Veneer porselen dapat menutupi cacat yang tidak diinginkan, seperti gigi ternoda oleh tetrasiklin, oleh cedera, atau sebagai hasil dari prosedur akar-kanal, dan ideal untuk menutupi tambalan di gigi depan yang berubah warna. Pasien yang renggang gigi depannya atau gigi yang gumpil atau aus juga dapat menjadi calon untuk menerima veneer porselen.

keunggulannya :
-Lebih kuat dan tahan lama
-Estetika lebih baik
-Tidak mudah berubah warna

efek veneer

efek veneer

Prosedur pemasangan veneer :

1. Konsultasi dengan dokter gigi anda mengenai masalah gigi anda, ataupun senyum dan tampilan yang anda inginkan. Apakah anda ingin membuat gigi menjadi putih, membentuk menjadi gigi kelinci, memperbaiki gigi yang retak, dan lain lain.

2. Dokter akan memeriksa gigi anda dan mencarikan solusi yang terbaik atas gigi anda, dan jika veneer dianggap solusi terbaik, maka dokter akan segera melakukan proses persiapan. Gigi anda akan dikurangi ketebalannya sekitar 0.5 mm untuk tempat dipasangnya veneer. Tujuannya agar ketebalan gigi tetap seperti gigi alami setelah dipasang veneernya nanti.

3. Jika anda memilih direct veneer, maka veneer akan langsung dipasang. Tapi jika anda memilih indirect veneer, maka gigi akan dicetak dan dibuatkan veneer sementara. Sekitar seminggu setelah veneer jadi, baru kemudian veneer dipasang.

4. Pada kasus-kasus yang lebih berat biasanya perlu beberapa kali kunjungan sampai veneer bisa dipasang

Dental Whitening/ Pemutihan Gigi, APA SIH?

Sebelum kita membahas mengenai warna gigi, kita harus memahami bagian dari Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi, bagian tersebut terdiri atas:

  • Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras.
  • Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah.
  • Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks.
  • Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi.
  • Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi.
  • Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:
    • Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
    • Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi


Gigi pada awalnya putih agak kekuningan. Dengan berlalunya waktu, gigi kita menjadi tidak lagi seputih waktu masih kecil. Pengeruhan warna gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Merokok dalam jangka panjang menyebabkan gigi berwarna kecoklatan karena residu tar yang menempel di gigi.
  • Penuaan berperan membuat gigi terlihat kuning karena enamel, yang merupakan lapisan luar keras gigi Anda, semakin menipis oleh pemakaian sehingga lapisan dasar gigi yang berwarna kuning semakin tembus pandang.
  • Makanan dan minuman apa pun seperti saos, teh, kopi, coke, dll yang dapat menodai taplak meja, pakaian, atau karpet juga dapat menodai gigi Anda.
  • Jenis-jenis antibiotik tertentu dapat membuat gigi berwarna gelap.

Untungnya, kini kita dapat memutihkan kembali gigi kita melalui layanan dan produk yang banyak tersedia dan terjangkau.

Perawatan pemutihan gigi adalah satu cara untuk mencerahkan warna asal gigi tanpa mengasah enamel, namun ini bukan untuk mengembalikan warna gigi tersebut sepenuhnya. Hydrogen peroxide atau carbamide peroxide merupakan bahan aktif yang sering digunakan dalam produk pemutihan gigi.

Pemutihan gigi termasuk jenis perawatan gigi kosmetik yang sesuai bagi individu tanpa tambalan gigi dan masalah gusi. Dokter gigi umumnya menawarkan dua jenis perawatan, yaitu perawatan di tempat praktek atau perawatan sendiri di rumah dengan perangkat pemutih (whitening kit) yang mereka siapkan secara khusus. Kedua prosedur itu sama-sama menggunakan senyawa berbasis peroksida dengan kadar bervariasi dari 3% sampai 35%.

Peroksida adalah unsur utama yang digunakan sebagai pemutih (termasuk pemutih pakaian). Semakin tinggi konsentrasi peroksida, semakin kuat daya pemutihnya–namun, juga lebih berisiko menyebabkan kerusakan pada gusi dan jaringan sekitarnya.

Berikut adalah metode untuk memutihkan gigi Anda:

1. Pemutihan gigi di praktek dokter gigi (in-office whitening)

Pemutihan gigi metode ini diawali dengan pembersihan gigi dan penghapusan plak di sepanjang garis gusi. Setelah gigi bersih, gel peroksida hingga 35% diaplikasikan pada gigi. Selanjutnya, lampu khusus bersinar laser digunakan untuk mengaktifkan gel.

Proses ini biasanya memakan waktu sekitar satu jam, dan memutihkan gigi 10 sampai 14 derajat. Hasil bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang merespon sangat baik sehingga giginya memutih secara dramatis, sedangkan yang lain mungkin membuat perbedaan yang lebih kecil. Dokter gigi Anda dapat memberikan gambaran hasil maksimal yang dapat diperoleh gigi Anda. Dalam kasus-kasus ekstrim, prosedur pemutihan gigi laser mungkin perlu diulang di lokasi noda membandel yang disebabkan oleh obat seperti tetrasiklin.

2. Pemutihan gigi di rumah (home whitening)

Anda dapat memutihkan gigi sendiri dengan peralatan yang diapatkan dari dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan gigi Anda, menyiapkan sebuah cetakan (tray) gigi sesuai ukuran gigi dan kontur rahang Anda,  dan memberikan gel berkadar peroksida antara 10% hingga 15%. Untuk memakainya, Anda cukup mengoleskan gel pada cetakan gigi lalu memasang nampan tersebut di gigi selama beberapa jam setiap malam untuk beberapa hari. Lama penerapan bervariasi, semakin rendah kadar peroksida dalam gel, semakin lama waktu pemakaian yang aman. Metode ini dapat memutihkan gigi 8 sampai 10 derajat. Banyak dokter gigi berpendapat pemutihan gigi metode ini memberikan efek yang bertahan lebih lama.

Efek samping

Pemutihan gigi adalah perawatan yang aman jika prosedurnya diikuti sesuai petunjuk. Namun, seperti halnya semua prosedur perawatan lain, ada potensi efek samping yang perlu dipahami:

  • Sensitivitas. Gigi yang baru diputihkan akan sensitif terhadap perubahan suhu, tekanan dan sentuhan. Hal ini paling mungkin terjadi pada gigi yang diputihkan di dokter gigi, di mana konsentrasi peroksida yang digunakan lebih tinggi. Beberapa orang bahkan merasakan ngilu pada gigi mereka. Sensitivitas ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari. Beberapa dokter gigi merekomendasikan pasta gigi dan gel yang mengandung kalium nitrat untuk gigi sensitif.
  • Iritasi gusi. Gusi dapat mengalami iritasi akibat kontak dengan pemutih berkonsentrasi peroksida tinggi. Namun, iritasi tersebut biasanya hanya terasa dalam beberapa hari dan menghilang setelah proses pemutihan selesai.

Demikian informasi mengenai pemutihan gigi, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi dokter gigi anda.