Bracket Gigi Sering lepas?

Bracket gigi bisa lepas karena banyak faktor, tetapi secara garis besar kami bedakan menjadi 2, yaitu:

1. Bahan dan teknis pemasangan bracket

2. Kebiasaan dan perawatan yang dilakukan oleh pasien

  1. Teknis Pemasangan

Salah satu tahapan penting dalam pemasangan kawat gigi adalah pemasangan bracket, dimana proses isolasi menjadi perhatian yang sangat penting, agar kondisi gigi yang akan dipasangkan braket tersebut dalam kondisi bersih dan bebas air liur. Hal ini biasanya dilakukan dengan proses pembersihan dan pengeringan dan menahan area gigi tersebut dengan gulungan kapas / rubber dam.

Selain itu dari sisi kualitas bahan perekat dan teknis pemasangan braket tentunya juga mempengaruhi kekuatan braket itu sendiri, tetapi secara prinsip jika anda berobat ke dokter gigi seharusnya itu tidak perlu terjadi karena secara prinsip mereka tentu menjaga kualitas dan nama baik, berbeda halnya jika pemasangan ke Tukang Gigi yang sama sekali tidak dijamin kualitasnya.

2. Kebiasaan Pasien

Satu hal yang penting harus dijaga oleh pasien dengan kawat gigi adalah memperhatikan dan menyesuaikan kebiasaan/ cara makan:

– Hindari makanan yang keras dan lengket
disarankan agar makanan lebih lunak dan sudah dipotong kecil-kecil , jangan memakan makanan secara utuh seperti apel, kerupuk, daging dengan ukuran besar, dsb.
– Mengunyah dengan hati-hati
Perhatikan cara mengunyah, karena kawat gigi terkait satu braket dengan yang lain, jika ada tekanan hanya pada satu gigi tertentu, maka braket gigi tersebut rawan untuk lepas.

Satu hal yang harus disadari oleh pasien kawat gigi adalah bahwa akan timbul ketidaknyamanan dalam mengunyah makanan, khususnya pada tahap2 awal. Tidak mudah bagi beberapa pasien untuk menyesuaikan kebiasaan mengunyah makan setelah menggunakan kawat gigi.

Perawatan kawat gigi termasuk perawatan jangka panjang, bukan sesuatu yang instan, karena itu dokter perlu memberikan pengertian dan segala resiko yang bisa timbul akibat perawatan ini, sehingga pasien bisa kooperatif dan menjalani perawatan dengan baik. Niscaya semua pengorbanan yang sudah dilakukan akan memberikan senyuman yang indah dan akan membuat kita lebih percaya diri…

Proses pemasangan kawat gigi bisa dibaca pada artikel sebelumnya “Proses Pemasangan Kawat Gigi

New Facility “Dental 55” Asia Afrika

Finally… di awal tahun 2017 ini, kami telah menyelesaikan renovasi di unit komersial D-02, Apartment Grand Asia Afrika, untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan tempat yang jauh lebih nyaman, karena kami ingin memberikan yang terbaik kepada anda!

Apartment Asia Afrika saat ini masih dalam tahap penyelesaian, lokasi berada di tower D, dapat diakses melalui jalan karapitan atau jalan lengkong kecil (jalan satu arah).

Akses pintu masuk Apartment dari jalan Karapitan atau jalan lengkong kecil.–>

New interior design

Untuk saat awal jam praktek:

Senin- Jumat : 07.30-09.30 / 15.30-18.00

Sabtu : 12.30 -15.00

*Klinik di jl. Ahmad Yani (kosambi) masih buka selain jadwal di atas

Demi kenyamanan anda, harap menghubungi bagian pendaftaran kami di nomor 0822 160 100 22.

Kira-kira apa ya? Trik dokter gigi anak biar si anak mau diperiksa giginya? Ternyata banyak sekali Trik dan cara lucu Dokter gigi anak supaya pasien kecilnya mau buka mulut. Contohnya saja Ala dokter gigi anak di Amerika sana. Mereka pake masker yang lucu yang membuat si anak nyaman dan riang, di Bandung sendiri belum pernah rasanya ada dokter gigi yang punya masker seperti ini?

masker-lucu

(Walaupun dokternya kesal.. tapi karena tertutup masker terlihat seperti sedang tertawa 🙂

Tentunya dokter anak pasti diajarin cara-cara mengenal psikologi anak. Termasuk dengan dokter gigi anak. Kebayang kan si anak pasti inginnya lari ketakutan waktu melihat peralatan pemeriksaan gigi. Apalagi kalo mendengar dan melihat mesin bor gigi berdengung. hii.. jangankan anak kecil lah saya sendiri juga ngeri. hihi..

Semoga dengan cara- diatas anak-anak ga takut lagi ya untuk pergi ke dokter gigi. Sekalian anak-anak kitapun belajar tentang kesehatan gigi. Juga belajar khasiat dan manfaat merawat dan menjaga kebersihan giginya. Kebanyakan makan yang manis-manis seperti permen, gula-gula dan kue juga membuat gigi anak cepet keropos.

Cara menjaga kesehatan gigi anak usia 3-6 tahun adalah :

  1. Pada usia ini, anak pada umumnya sudah dapat memegang sikat gigi dan dapat menyikat gigi sendiri. Akan tetapi pengawasan Anda tetap dibutuhkan untuk memastikan mereka menyikat giginya dengan benar.
  2. Hal yang paling penting dilakukan adalah menyikat gigi di waktu yang tepat yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam haru sebelum tidur.
  3. Bantu anak Anda dengan memberikan sikat gigi khusus anak dengan bulu sikat lembut. Sikat gigi ini memiliki kepala sikat kecil yang sesuai dengan ukuran mulut anak.
  4. Sikatlah gigi anak Anda dengan pasta gigi berflouride. Lebih baik lagi jika menggunakan pasta gigi khusus untuk anak dengan kandungan fluoride yang sesuai untuk anak serta tersedia dalam pilihan rasa yang disukai anak.

 

Cara Menjaga kesehatan gigi anak usia 6-12 tahun adalah :

  1. Pada usia ini anak sdah dapat menyikat gigi mereka sendiri. Namun mereka tetap perlu bantuan Anda untuk membantu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan benar.
  2. Terapkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malamkepada anak Anda, sebab kebersihan mulut dan gigi sangat penting pada periode ini.
  3. Gunakan sikat gigi khusus
  4. Gunakan pasta gigi dengan jumlah yang tepat.

 

4 CARA MENJAGA KESEHATAN GIGI DENGAN KEBIASAAN SEDERHANA

cara-menjaga-kesehatan-gigi-dengan-kebiasaan-sederhana.png

Apa sih, resolusi kamu di tahun 2016? Jangan lupa, masukkan gaya hidup sehat ke dalam daftar resolusi tahun ini, ya. Resolusi sehat itu bukan cuma memiliki badan ideal atau atletis saja, gigi dan mulut juga harus terjaga kesehatannya. Dengan gigi dan mulut yang sehat, kamu lebih siap untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Siapa bilang cara menjaga kesehatan gigi itu ribet? Kamu bisa kok, penuhi resolusi sehat yang satu ini dengan mudah, dimulai mengubah kebiasaan sehari-hari.

Kebiasaan menyikat gigi yang diajari dari kecil misalnya, ternyata belum efektif untuk melawan bakteri penyebab plak dan karang gigi. Faktanya, menyikat gigi hanya bisa membersihkan 25% kuman di gigi dan mulut. Supaya kesehatan gigi dan mulut semakin terjaga, kamu bisa mulai biasakan diri untuk melakukan hal-hal ini:

  • Perbanyak Konsumsi Kalsium

Susu, yoghurt, dan keju, termasuk sumber makanan yang tinggi kandungan kalsiumnya. Jadi, kamu sebaiknya lebih banyak mengonsumsi jenis makanan seperti ini, supaya bisa bantu merawat gigi tetap sehat.

  • Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Kamu sering makan permen atau dessert? Di tahun ini, coba deh kurangi konsumsinya, karena makanan yang manis itu lebih berisiko menyebabkan plak dan karang gigi. Penyebabnya, makanan yang banyak mengandung gula lebih mudah menempel di sela-sela gigi dan gusi. Sisa makanan manis yang menempel ini, lama-lama bisa berubah jadi plak dan karang gigi oleh bakteri di dalam mulut. Makanya, setelah makan permen atau ngemil dessert, kamu sebaiknya langsung berkumur dengan air. Ini salah satu tips untuk bantu kurangi pembentukan plak di gigi.

 

  • Flossing

Cara menjaga kesehatan gigi lainnya adalah dengan melakukan flossing. Untuk membersihkan sela-sela gigi dengan cara flossing, kamu membutuhkan benang khusus yang biasanya disebut dental floss. Caranya, pegang dental floss dengan kedua tangan, lalu posisikan di salah satu sela-sela gigi. Gerakkan benang ke bawah dan ke atas dengan perlahan. Lakukan flossing untuk seluruh sela-sela gigi, karena sisa makanan yang sulit dijangkau dengan sikat gigi bisa dibersihkan dengan cara ini.

 

  • Berkumur

Ada satu cara sederhana yang bisa bantu kamu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan efektif, yaitu berkumur pakai mouthwash. Setiap selesai menyikat gigi, biasakan untuk berkumur menggunakan mouthwash seperti LISTERINE® Natural Green Tea, selama 30 detik. Di dalamnya mengandung double flouride dan ekstrak green tea, yang dapat bantu melawan bakteri penyebab plak gigi dan membentuk lapisan pelindung pada gigi.

Jangan lupa, selain menjaga kesehatan gigi dengan cara menyikatnya dan berkumur dengan mouthwash, kamu juga sebaiknya rutin konsultasi ke dokter gigi. Kalau kamu rajin merawatnya, kamu nggak perlu takut lagi untuk memeriksakan diri ke dokter.

Nah, menjaga kesehatan gigi itu ternyata juga bisa dimulai dengan melakukan kebiasan kecil ini, kan? Yuk, wujudkan resolusi sehatmu dengan cara menjaga kesehatan gigi ! Kalau merawat kesehatan gigi saja masih malas, gimana mau lebih pede untuk meningkatkan jenjang karir dan memiliki pasangan?

Sumber : https://www.listerine.co.id/artikel/4-cara-menjaga-kesehatan-gigi-dengan-kebiasaan-sederhana

Veneer Composite (Akhir Tahun 2015)

“Like” facebook / “Follow” Blog Dental55.com untuk mendapatkan Disc 25% Perawatan veneer composite menjadi Rp. 675.000,-/gigi)*
dental55

Veneer composite pada dasarnya mirip seperti penambalan lapisan depan atau permukaan gigi dengan bahan khusus yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai warna dan struktur gigi asli.
Mengenai veneer dapat melihat post sebelumnya “Veneer: Perawatan Kosmetik Gigi”

veneer dental55 bandung

veneer dental55 bandung

—————-

)* Cara mendapatkan harga spesial ini:
1. Klik “Like” facebook atau “follow” blog Dental55.com
2. Pendaftaran wajib dilakukan 1 hari sebelumnya
3. Pasien wajib menunjukan bukti “like” atau “follow”
4. Untuk informasi Selanjutnya hubungi no telp 022-91729308
Dental 55, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Jawa Barat (sebelah toko Tiga)

Warna gigi kembali cerah

Warna gigi kembali cerah

Proses Pemasangan Kawat Gigi/ Behel

Proses pemasangan Behel atau kawat gigi atau dalam istilah kedokteran gigi disebut braces, memang cukup memakan waktu dari awal pemeriksaan biasanya kurang lebih1-2 minggu barulah pemasangan behel tersebut baru bisa dilakukan dan butuh beberapa bulan sampai beberapa tahun pemakaian kawat tergantung dari kasus dan sistem braces yang digunakan dan selama proses perawatan harus rajin kontrol untuk memantau pergerakan gigi yang terjadi.

orthodontist

orthodontist


Perawatan behel atau kawat gigi ini banyak ditemukan di Kota Bandung dengan banyaknya mahasiswa dan anak2 muda yang menjadikan pemakaian behel ini sebagai trend, walaupun fungsi utama dari pemakaian kawat gigi ini adalah untuk memperbaiki kondisi gigi dan dilakukan oleh dokter gigi yang ahli di bidangnya yaitu orthodontis atau yang bersertifikat.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk dilakukan perawatan dengan behel atau kawat gigi, diantaranya:
– Kondisi gigi yang tidak rapih atau berjejal
– Kondisi Gigi yang renggang
– Gigi rahang bawah maju / cameh
– Gigi rahang atas maju / tongos
– Kesulitan mengunyah karena gigi tidak kontak
– Dan sebagainya

Ada beberapa tahapan atau proses dalam pemasangan behel :

1. Pemeriksaan visual, biasanya dilakukan pencetakan gigi awal dan pengambilan foto rontgen
2. Perawatan pendahuluan, Seluruh gigi pasien dicek kembali biasanya kami usulkan untuk dilakukan scaling karena ini adalah perawatan jangka panjang dan memeriksa jika ada kondisi gigi yg berlubang.
3. Diagnosa dan strategi perawatan, dari hasil pemeriksaan awal dan analisa visual maka dokter akan menentukan perawatan yang akan dilakukan sesuai dengan kasus masing-masing pasien, perlu dilakukan pencabutan atau tidak, jenis kawat yang akan digunakan, sistem penjangkarannya, dll.
4. Pemasangan braket, Pertama, gigi akan diberikan perekat UV (UV adhesive). Lip stretcher tetap dalam kondisi terpasang agar bahan perekat tak tersentuh bibir dan lidah. Braket metal segera dipasang, kemudian direkatkan menggunakan UV curing light yang berfungsi untuk membuat bahan perekat dan cement menempel sempurna pada gigi.
Proses pemasangan braket ini biasanya 1,5-2 jam

behel

behel


5. Pemasangan kawat (arch wire), Jenis kawat dan ketebalan yang digunakan tidak sama untuk semua kasus gigi dan pada tahapan / proses yang akan dijalani, jenis kawat yang digunakan biasanya nickel-titanium archwire atau kawat niti.
Dilanjutkan dengan pemasangan elastic chain atau karet gigi, warna tergantung selera pasien.
6. Proses perawatan kawat gigi, 2 proses penting yg harus dialami/dilakukan pasien yaitu:
– Proses Adaptasi, Kondisi paling tidak nyaman adalah 1 minggu pertama, mulut terasa kering dan sariawan karena ada benda asing(behel) di mulut. penyesuaian cara menggigit dan cara makan, berbicara masih sulit dan susah untuk tersenyum lebar-lebar. Setelah 1 bulan, berangsur-angsur bicara menjadi normal kembali dan sariawan menghilang
– Kontrol rutin, Seperti sudah disampaikan di awal, perawatan ini adalah perawatan jangka panjang, adi harus bersabar, menjaga pola makan, menjauhi pantangan, rajin membersihkan gigi dan kumur dengan mouthwash dan rajin kontrol setiap bulan, untuk melihat perkembangan pergeseran gigi.
7. Pelepasan behel dan pemasangan retainer, untuk menormalisasi gigi, sehingga posisi gigi tidak lagi bergerak/ berubah.
behel

behel


Walaupun memakan waktu yang cukup lama, tapi pengorbanan yang dilakukan selama beberapa bulan tersebut biasanya terobati dengan perubahan penampilan dan gigi yang indah.

Dental55 – Bandung